Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16.985 per dolar AS di awal perdagangan Selasa lalu. Pergerakannya memang bikin was-was, tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru angkat bicara dengan nada yang cukup menenangkan. Menurutnya, pelemahan ini masih dalam koridor yang wajar.
“Kalau dilihat dari persentasenya, pelemahannya kan sedikit dibanding level sebelumnya,” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Selasa (20/1/2026).
Dia meyakinkan, sistem keuangan kita masih terjaga dengan baik. “Jadi kemungkinan dampak ke ekonomi akan minimum,” tambahnya.
Secara angka, depresiasi rupiah sepanjang tahun ini memang sekitar 2-3 persen. Purbaya bilang, itu masih sejalan dengan fundamental ekonomi yang ada. Yang menarik, di tengah pelemahan rupiah, IHSG justru menguat. Itu jadi sinyal bagus. Menunjukkan kepercayaan investor, termasuk modal asing, belum kabur dari Indonesia.
“Anda lihat pasar modal kan naik kan?” katanya. “Pasar modal enggak mungkin naik kalau enggak ada investor asing atau investor domestik masuk ke sini juga.”
Dia juga menyoroti soal pasokan dolar. Dari situ, katanya, tidak ada indikasi kekurangan. “Harusnya kalau lihat dari sisi supply dolar harusnya enggak kekurangan,” jelas Purbaya.
Artikel Terkait
Pengacara Roy Suryo Kritik SP3 Kasus Fitnah Ijazah Jokowi: Dasar Hukum Dinilai Tak Jelas
Kendaraan Listrik: Momentum yang Harus Dijaga Agar APBN Tak Tercekik Subsidi
Musik yang Tepat Bisa Jadi Teman Lari Terbaik, Begini Rekomendasinya
Dari Dapur Keluarga ke Pasar Digital: Kisah NM Kitchen Bertahan dan Bangkit