Artinya, tinggal selangkah lagi menuju tahap yang paling dinanti: fit and proper test. Agenda itu akan segera disusun untuk menguji kompetensi dan visi-misi ketiga orang ini. Proses seleksinya dipastikan ketat, mengingat latar belakang masing-masing yang sangat solid.
Thomas Djiwandono, misalnya, membawa perspektif segar dari sisi fiskal. Pengalamannya sebagai Wamenkeu sejak 2024 jadi nilai tambah.
Sementara Solikin Juhro adalah wajah lama BI. Dia sudah mengabdi sejak 1994, ahli di bidang kebijakan moneter, dan karirnya melewati berbagai departemen ekonomi yang strategis.
Lalu ada Dicky Kartikoyono. Karirnya di BI dimulai setahun setelah Solikin, yakni 1995. Yang menarik, dia punya rekam jejak internasional yang mumpuni, termasuk pernah memimpin Kantor Perwakilan BI di London. Pengalaman global seperti ini tentu sangat berharga.
Intinya, pilihannya tidak mudah. Di tengah tantangan ekonomi global yang serba dinamis, Komisi XI punya tugas berat untuk memilih siapa yang paling tepat duduk di Dewan Gubernur BI. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan kita agar tetap tegak.
Artikel Terkait
Data BPS: 64,5% Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan
Menhub Siapkan Bus Pengganti untuk Bus Tak Layak dalam Sidak Mudik Lebaran
Shopee Gelar Big Ramadan Sale 2026 dengan Diskon hingga 20% dan Hadiah Mobil Rp1.000
Polisi Gagalkan Peredaran 9 Ton Daging Beku Kadaluarsa Jelang Lebaran 2026