Genangan air hampir setinggi dua meter sempat melanda permukiman padat di Pela Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (8/3) dini hari. Rumah-rumah warga terendam, jalanan tak lagi bisa dilalui. Menurut keterangan petugas setempat, banjir ini merendam kediaman sekitar 40 Kepala Keluarga.
Namun begitu, kondisi mulai membaik seiring siang hari. Air perlahan surut.
Petugas PPSU Kelurahan Pela Mampang, Yanti, yang ditemui di lokasi menjelaskan kronologinya. "Banjir terjadi sejak subuh ya dari jam 12.20 WIB dinihari, air meluap, sudah masuk (ke pemukiman)," ujarnya.
Ia menambahkan, "Untuk sampai saat ini di jam 15.00 WIB (banjir) sudah agak surut, ketinggian di 10 cm. Pas awal air masuk itu ketinggian 60 cm, kemudian bertahap naik, berangsur naik, sampai paling tinggi itu 190 cm, hampir dua meter."
Pantauan di lokasi pada pukul tiga sore memperlihatkan pemandangan yang masih muram. Kawasan Pondok Arya di kelurahan yang sama masih terendam. Jalan utama sekadar jadi aliran air setinggi betis orang dewasa, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Di sisi lain, kesibukan lain terlihat. Sejumlah warga tampak berjuang membersihkan lumpur dan sampah yang memenuhi teras dan bagian dalam rumah mereka. Rasanya lelah, tapi harus dikerjakan. Sementara itu, petugas kepolisian dan TNI berjaga, siaga dengan perahu karetnya kalau-kalau masih dibutuhkan untuk evakuasi.
Yanti juga membeberkan data warga yang terdampak. Luasnya cukup signifikan. "Yang terdampak dari 12 RT, terhitung satu RT itu ada 40 KK, berarti kita hitung global ada sekitar 480 jiwa. Sebarannya di kelurahan Pela Mampang saja. Khususnya di Jalan Kadianti, Jalan bank, Kawasan Podok Arya sama di Pasar Jagal," paparnya.
Untungnya, kata dia, sebagian besar warga memilih bertahan. "Kondisi sekarang Alhamdulillah sudah surut, warga masih banyak yang bersih-bersih. Hanya tujuh orang yang mengungsi ke rumah kerabatnya," tambah Yanti.
Evakuasi sendiri sempat dilakukan lebih awal. Sebelumnya diberitakan, Brimob Polda Metro Jaya turun tangan mengevakuasi warga di Jalan Kalandianti yang terendam dua meter.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, mengonfirmasi hal ini. "Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir," jelasnya dalam keterangan resmi.
Tim mereka tiba sekitar pukul 10.20 pagi, menyusuri permukiman yang jadi semacam danau dadakan. Ketinggian air di tengah permukiman saat itu mencapai dua meter, sedangkan di jalur keluar masih sekitar 1,2 meter. Situasi yang cukup berbahaya untuk warga yang terjebak.
Kini, meski air menyurut, pekerjaan warga belum usai. Pembersihan masih panjang, sementara langit Jakarta Selatan tetap saja mendung, mengisyaratkan kemungkinan hujan lagi.
Artikel Terkait
Iran Eksekusi Anggota MEK yang Dituduh Berkolaborasi dengan Israel
Rupiah Melemah ke Rp17.255, BI Tingkatkan Intervensi Hadapi Tekanan Global
China Ingatkan Indonesia-AS Soal Kerja Sama Militer Jangan Rugikan Pihak Ketiga
Mendagri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Kekompakan Forkopimda untuk Cegah Korupsi