Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, tak main-main dengan ancamannya. Ia menyatakan dengan gamblang bahwa militer negaranya siap membunuh siapa pun pemimpin Iran yang ditunjuk untuk menggantikan Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran itu sendiri baru saja wafat pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
"Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas dan negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi," tegas Katz dalam pernyataannya yang dilansir Al Jazeera, Rabu (4/3/2026).
"Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi," cetusnya lagi, menegaskan ancaman itu berlaku universal.
Menurut Katz, Israel akan terus berkoordinasi dengan AS. Tujuannya ganda: melumpuhkan kemampuan Iran sekaligus, katanya, "menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menggulingkan" pemerintah mereka sendiri. Pernyataan itu jelas ingin menyulut pergolakan dari dalam.
Khamenei, sosok yang memimpin Iran lebih dari tiga puluh tahun, meninggal dunia pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Kematiannya datang tak lama setelah serangan terkoordinasi AS-Israel menghujani Teheran dan beberapa wilayah Iran lainnya. Dari laporan-laporan yang beredar, lokasi pertemuan Khamenei beserta para pejabat tingginyalah yang menjadi sasaran bombardir.
Pihak berwenang Iran baru mengonfirmasi kabar duka itu sehari kemudian, tepatnya Minggu (1/3). Mereka pun langsung mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati almarhum.
Kini, dengan mangkatnya Khamenei, Iran memasuki fase genting: mencari pengganti. Tugas berat ini berada di pundak Majelis Pakar, sebuah badan istimewa yang beranggotakan 88 ulama senior. Mereka yang akan memutuskan siapa nama berikutnya yang memimpin Republik Islam.
Di sisi lain, ancaman terbuka dari Menhan Israel itu seperti menambah panas suasana yang sudah tegang. Seolah memberi tahu bahwa siapa pun yang terpilih nanti, langkah pertamanya sudah diintai bayang-bayang peluru.
Artikel Terkait
Warga Lebanon Selatan Menyeberangi Sungai Berbahaya Demi Pulang Usai Gencatan Senjata
Pengelola Warung Mie Babi di Sukoharjo Siap Mediasi Usai Penolakan Warga
Mantan Suami Siri Diduga Sakit Hati, Tewaskan Perempuan di Serpong
Ribuan Pelari Siap Ramaikan Kemala Run 2026 di Bali