Di sisi lain, performa di kelas truk ringan juga nggak bisa dibilang buruk. Hino 300 Series berhasil menjual 8.712 unit. Lebih menarik lagi, pangsa pasarnya naik jadi 21%, dari yang sebelumnya cuma 20%. Artinya, di pasar yang sedang menciut, Hino malah berhasil memperbesar pengaruhnya di segmen distribusi dan logistik ringan.
Untuk urusan yang lebih berat, Hino 700 Series tetap jadi andalan. Lini ini melayani kebutuhan sektor-sektor dengan medan operasional yang ekstrem, menjaga relevansi brand di seluruh spektrum kebutuhan niaga.
Menatap ke depan, optimisme masih dipegang.
“Ke depan, kami optimistis menghadapi tahun 2026 dengan terus memperkuat komitmen Total Support, agar pelanggan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang, efisien, dan berkelanjutan,”
tambah Susilo.
Jadi, meski pasar nasional sedang lesu, konsistensi Hino patut dicatat. Strategi produk yang tepat, didukung jaringan layanan dan purna jual yang kuat, rupanya jadi resep ampuh untuk tetap kompetitif. Bahkan ketika kondisi pasar sama sekali tidak bersahabat.
Artikel Terkait
Dasco Tegaskan Revisi UU Pilkada Tak Masuk Agenda DPR Tahun Ini
Eggi Sudjana Bawa Mobil Mewah di Malaysia, Padahal di Indonesia Pakai Kursi Roda
Denza B5 PHEV Siap Gempur Pasar Indonesia, Unit Sudah Pakai Bahasa Lokal
Harga Pangan Turun Merata, Ikan Tongkol Sendiri yang Naik