Seribu Magister Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi, Targetkan Kemajuan Berbasis Riset

- Senin, 19 Januari 2026 | 04:15 WIB
Seribu Magister Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi, Targetkan Kemajuan Berbasis Riset

Di sisi lain, ada pesan khusus untuk para lulusan sistem online seperti ini. Kepala LLDIKTI Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, menekankan bahwa mereka harus punya 'DNA digital'. Bagi Henri, ini bukan sekadar jargon. Ini adalah keunggulan kompetitif mutlak di tengah gempuran disrupsi AI.

"Lulusan kampus siber harus memiliki 'DNA Digital' yang menjadi keunggulan kompetitif mutlak. Di tengah disrupsi AI, ijazah saja tidak cukup. Saudara harus menjadi praktisi solutif yang mengombinasikan keahlian informatika, komunikasi, atau manajemen untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,"

Katanya. Soal masa depan, Rektor UNSIA, Jang Youn Cho, punya harapan besar. Dia ingin lulusannya menjadi pionir di era Artificial General Intelligence (AGI). Tak lupa, dia mengumumkan sejumlah pencapaian kampusnya, seperti status hub World University Ranking for Innovation (WURI) di Indonesia. Ada juga rencana menjadi Google Reference University pertama serta pionir penggunaan AI untuk pendidikan di dalam negeri.

"Jangan hanya menjadi 'pengguna' masa depan, jadilah 'inovator' masa depan. Di era AI ini, kecanggihan mesin justru membuat nilai kemanusiaan Anda semakin berharga. Gunakan efisiensi AI untuk memberi Anda lebih banyak waktu menjadi manusia yang lebih empati dan melayani bangsa dengan hati yang tidak dapat direplikasi oleh kode mana pun,"

Pesan Jang Youn Cho itu terasa relevan. Di balik semua target dan teknologi, sentuhan manusiawi tetap jadi intinya.


Halaman:

Komentar