Di negara-negara non-OECD, geliat ekonominya ternyata mendorong permintaan minyak jauh lebih kuat. OPEC memproyeksikan, kenaikan di kawasan ini bisa mencapai 1,2 juta barel per hari. Jadi, sebagian besar dorongan memang berasal dari sini.
Lalu, bagaimana dengan tahun sebelumnya, yakni 2026? Tampaknya trennya konsisten. Permintaan global tahun depan diperkirakan mencapai 106,52 juta bph. Angka pertumbuhannya tetap, tidak berubah dari penilaian bulan lalu: 1,4 juta bph lebih tinggi daripada 2025. Dan lagi-lagi, motor penggeraknya adalah negara-negara di luar OECD.
Di sisi lain, laporan OPEC ini juga menyentuh kondisi ekonomi dunia secara keseluruhan. Untuk tahun 2026, mereka menjaga proyeksi pertumbuhan ekonomi global di angka 3,1 persen. Stabil.
Namun begitu, ada angin segar yang dihembuskan untuk 2027. Dunia diperkirakan akan mencatat pertumbuhan yang sedikit lebih cepat, yakni 3,2 persen. Mungkin ini salah satu alasan di balik optimisme mereka terhadap permintaan energi.
Semua data ini, tentu saja, menjadi bahan pertimbangan penting bagi pasar dan para pemangku kebijakan. Menunggu saja bagaimana realitanya nanti.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar