Kekacauan melanda bandara-bandara di kawasan Teluk. Sekitar 300 ribu orang terkatung-katung, terjebak di terminal karena ribuan penerbangan tiba-tiba dibatalkan. Situasinya benar-benar kacau.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan angka yang mencengangkan: lebih dari 3.400 penerbangan dibatalkan hanya dalam hitungan hari. Bandara-bandara besar yang biasanya ramai kini sepi dan bising dengan pengumuman penundaan. Bandara Internasional Dubai, Sharjah, Abu Dhabi, dan tak ketinggalan Bandara Hamad di Doha semuanya menghentikan operasi. Intinya, setidaknya enam atau tujuh bandara utama di wilayah itu tutup total.
Menurut laporan Al Jazeera, kondisi pada Senin (2/3/2026) masih belum membaik. Wilayah udara di sebagian besar kawasan tetap ditutup rapat. Dampaknya? Luar biasa besar.
Kita tahu kawasan Timur Tengah itu jadi persimpangan udara global. Pusat-pusat penerbangannya menghubungkan Eropa, Asia, dan Afrika. Nah, ketika hub-hub penting ini macet, gangguan langsung menjalar ke mana-mana. Mirip domino yang berjatuhan.
Media sosial jadi saksi kekalutan ini. Foto dan video membanjiri timeline. Di Bandara Hamad, Dubai, dan Abu Dhabi, penumpang mengantre panjang hanya untuk mengurus pemesanan ulang atau sekadar minta voucher hotel. Bantuan terasa lambat. Banyak yang akhirnya terpaksa tidur di lantai terminal, lelah dan frustasi.
Artikel Terkait
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Kemlu Pantau Ketat 519 Ribu WNI di Timur Tengah Pascakericuhan Iran
PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi dalam Hampir Dua Tahun di Februari 2026
Kejagung Ajukan Banding Meski Menghormati Dissenting Opinion Hakim dalam Kasus Korupsi Kerry Adrianto