Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan napas lega di awal sesi Selasa (3/3/2026). IHSG dibuka menguat 0,54 persen, mengantongi posisi di 8.059,87. Sebuah rebound yang cukup melegakan setelah tekanan beberapa waktu terakhir.
Tak berhenti di situ, penguatan terus berlanjut. Hanya semenit berjalan, indeks acuan itu naik lagi 0,58 persen ke level 8.063. Suasana pasar terlihat lebih cerah: 299 saham naik, meski 214 lainnya masih tertekan dan 445 saham cenderung datar. Transaksi awal pun cukup cair, mencatatkan volume 2,5 miliar saham senilai Rp5,9 triliun.
Indeks-indeks lainnya juga ikut merasakan angin segar. LQ45 melesat 0,87 persen ke 819. Indeks JII lebih perkasa lagi, naik 1,14 persen ke 549. MNC36 dan IDX30 tak mau ketinggalan, masing-masing menguat 0,76 persen dan 1 persen.
Kalau dilihat per sektor, hampir semua berbalik hijau. Energi, keuangan, teknologi, industri, sampai kesehatan menunjukkan performa positif. Namun begitu, ada satu sektor yang justru terlihat lesu: bahan baku. Sektor ini jadi satu-satunya yang masih berkutat di zona merah hari ini.
Nah, siapa saja pahlawan kenaikannya? Tiga saham ini jadi primadona.
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) melonjak tajam 25 persen, disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) yang naik 24,84 persen. PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) juga tak kalah, meroket 19,70 persen.
Di sisi lain, ada juga yang harus merelakan posisinya. Ciptadana Asset Management tercatat sebagai penggerutu terbesar dengan penurunan 14,67 persen.
PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) menyusul di belakangnya, masing-masing melemah 13,84 persen dan 13,29 persen.
Pembukaan yang cukup solid ini memberi harapan, meski perjalanan sepanjang hari tentu masih panjang. Mari kita lihat apakah momentum hijau ini bisa bertahan sampai penutupan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar