Trotoar di Tangerang Selatan tiba-tiba jadi buah bibir. Awalnya, sebuah video yang menunjukkan trotoar dicat kuning terang viral di media sosial. Banyak yang mengira itu adalah guiding block untuk penyandang tuna netra. Tapi rupanya, bukan.
Namun begitu, ketika saya mendatangi lokasi pada Senin siang (29/12), suasana sudah berbeda. Warna kuning yang mencolok itu sudah lenyap, berganti dengan cat abu-abu. Lokasinya tepat di sepanjang Jalan Puspiptek-Serpong, depan SMAN 2 hingga SMPN 8 Tangerang Selatan.
Meski sudah dicat ulang, jejak kejadiannya masih bisa dilihat. Bercak-bercak kuning samar masih membayang di permukaan trotoar. Dan yang jelas, guiding block yang seharusnya ada pun tak kelihatan. Sepi. Petugas yang mengerjakan pun sudah tak ada di tempat.
Lalu, siapa yang bertanggung jawab?
Menurut Humas Dinas SDABMBK Tangsel, Kemal, penanganan langsung dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten. Pengecatan ulang dari kuning ke abu-abu itu dikerjakan pada Sabtu (27/12).
"Penanganan langsung dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten, pergantian warna dilakukan pada hari Sabtu kemarin," jelas Kemal saat dihubungi.
Ia menegaskan bahwa kawasan pedestrian itu memang berada di bawah wewenang provinsi.
"Lokasi pedestrian di depan SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Jalan Serpong-Puspiptek, merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten," katanya.
Di sisi lain, keluhan warga yang ramai di media sosial sudah diteruskan ke pihak berwenang. Kemal memastikan akan menindaklanjuti koordinasi dengan Pemprov Banten.
"Meski demikian, setiap masukan dari warga tetap menjadi perhatian kami. Keluhan tersebut telah kami teruskan dan koordinasikan kepada Dinas PUPR Provinsi Banten untuk dilakukan evaluasi dan penanganan lebih lanjut sesuai kewenangannya," sambungnya.
Jadi, meski catnya sudah diganti, persoalan dasarnya ketersediaan petunjuk jalan bagi tuna netra sepertinya masih perlu jawaban yang lebih konkret.
Artikel Terkait
Pidie Jaya Akhiri Masa Tanggap Darurat, Masuki Fase Transisi 90 Hari
Jadwal Super League 2025/26 Dirombak, Laga Borneo vs Persib Mundur ke Maret
Jadwal Salat Jumat 13 Februari 2025 untuk Warga Surabaya
Bupati Tapanuli Tengah Imbau Waspada Longsor Usai Banjir Landa Enam Kecamatan