Bupati Tapanuli Tengah Imbau Waspada Longsor Usai Banjir Landa Enam Kecamatan

- Jumat, 13 Februari 2026 | 03:00 WIB
Bupati Tapanuli Tengah Imbau Waspada Longsor Usai Banjir Landa Enam Kecamatan

MURIANETWORK.COM - Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengimbau seluruh warganya untuk mewaspadai ancaman tanah longsor. Peringatan dini ini dikeluarkan setelah enam kecamatan di wilayahnya kembali dilanda banjir pada Kamis (12 Februari 2026), yang dipicu oleh curah hujan tinggi sejak Rabu sore. Kondisi tanah yang sudah jenuh air dinilai sangat rentan bergerak, sehingga menambah risiko bencana susulan di tengah upaya penanganan banjir.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah tidak hanya menyebabkan luapan sungai, tetapi juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur penahan banjir. Tanggul-tanggul darurat yang dibangun pasca-bencana sebelumnya dilaporkan jebol, tidak mampu menahan tekanan debit air yang datang begitu cepat.

"Masyarakat sudah kita evakuasi dan kita imbau untuk menyelamatkan diri, menghindari daerah-daerah banjir, dan juga mewaspadai potensi adanya longsoran tanah," tegas Masinton Pasaribu saat meninjau langsung lokasi terdampak.

Material Kayu Perparah Kerusakan

Aliran banjir kali ini disebutkan sangat deras dan membawa material kayu serta sedimen dalam jumlah besar. Material-material keras itu menghantam permukiman warga dan merusak struktur tanggul, yang memperluas jangkauan genangan dan meningkatkan bahaya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun di daerah perbukitan.

Masinton menambahkan, "Hujan deras mengakibatkan daerah yang sebelumnya terdampak kembali mengalami banjir. Air mengalir sangat deras serta dipenuhi oleh kayu."

Empat Kecamatan Alami Dampak Terparah

Dari enam kecamatan yang terdampak, kondisi di empat wilayah dilaporkan paling memprihatinkan. Keempatnya adalah Kecamatan Tukka, Sarudik, Pandan, dan Barus. Di Tukka, situasinya cukup kompleks karena warga yang baru kembali ke rumahnya setelah banjir surat, terpaksa dievakuasi untuk kedua kalinya menyusul kenaikan muka air yang tiba-tiba.

Menyikapi kondisi ini, fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan keselamatan warga. Tim gabungan terus bekerja melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman sambil memperketat pemantauan di titik-titik rawan longsor. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan mencegah jatuhnya korban jiwa.

Cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur berulang menyisakan pekerjaan rumah yang berat bagi pemulihan daerah ini. Kewaspadaan masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan, tetap menjadi kunci utama dalam mitigasi bencana di tengah ketidakpastian cuaca.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar