JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana penerapan work from anywhere atau WFA bagi ASN selama momen libur Idulfitri. Kebijakan fleksibel ini, meski terdengar menggembirakan, ternyata dibarengi dengan pesan tegas. Pramono menekankan bahwa pelayanan publik sama sekali tak boleh terganggu.
"Yang tidak boleh terjadi adalah jangan sampai pelayanan di lapangan, karena ini menyambut Idulfitri, orang banyak yang pulang kampung dan sebagainya, itu terganggu," tegas Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Dia berpendapat, urusan pelayanan masyarakat harus jadi prioritas utama. Makanya, meski WFA diberlakukan, dia meminta seluruh jajaran di sektor pelayanan publik untuk tetap siaga penuh. Intinya, jangan sampai lengah.
"Kebijakan yang telah dibuat, dan saya kebetulan mendengarkan apa yang menjadi keputusan, kami akan mengikuti dan menindaklanjuti," ucapnya lagi.
Sebenarnya, wacana WFA ini bukan ide baru dari Pemprov DKI. Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sudah lebih dulu mengungkap rencana serupa untuk mendukung Angkutan Lebaran tahun depan. Rencananya, penerapannya bakal dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama menyambut Hari Raya Nyepi sekaligus awal arus mudik, yaitu tanggal 16 dan 17 Maret. Sementara tahap kedua untuk periode arus balik, yaitu pada 25 sampai 27 Maret.
"Jadi kalau boleh di-spill work anywhere-nya tanggal 16-17, tanggal 25, 26, 27," jelas Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menurut Airlangga, langkah ini diambil demi mengurai kepadatan. Dengan WFA, diharapkan masyarakat punya lebih banyak pilihan waktu untuk mudik. Alhasil, pergerakan orang tidak membludak di hari-hari yang sama. Harapannya sih, arus mudik dan balik jadi lebih lancar dan terdistribusi.
Artikel Terkait
Kemnaker Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Soal BSU 2026
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8% dalam Lima Tahun, Andalkan Industri dan Daya Saing
Wamenkeu Nilai Penyaluran UMi di Solo Masih Terlalu Kecil
Persebaya Hadapi Bhayangkara dengan Dua Pemain Andalan Terancam Absen