MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan. Target ambisius ini akan digenjot melalui peningkatan produktivitas, penguatan daya saing industri, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Langkah ini diambil di tengah dinamika rantai pasok global yang menuntut penerapan standar bisnis bertanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif.
Fondasi Pertumbuhan dan Target Jangka Menengah
Optimisme pemerintah berangkat dari capaian ekonomi sepanjang 2025 yang tumbuh sebesar 5,11 persen. Pertumbuhan ini dianggap sebagai fondasi kokoh untuk transformasi menuju struktur ekonomi yang lebih produktif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti peningkatan produktivitas tenaga kerja sebagai kunci pencapaian target jangka menengah tersebut.
“Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun mendatang. Untuk mencapainya, kita perlu mendorong produktivitas nasional melalui pertumbuhan industri dan penyiapan tenaga kerja yang kompeten, termasuk di sektor elektronik sebagai salah satu industri unggulan dalam Making Indonesia 4.0,” jelas Airlangga dalam sebuah kesempatan, Kamis (12 Februari 2026).
Kontribusi dan Strategi Penguatan Sektor Elektronik
Sektor elektronik menjadi salah satu pilar penting dalam strategi ini. Data hingga triwulan IV 2025 menunjukkan, sektor ini menyumbang sekitar 1,6 persen terhadap total PDB nasional dengan pertumbuhan tahunan mencapai 4,13 persen. Pemerintah mendorong agar industri elektronik tidak hanya berinovasi, tetapi juga semakin terintegrasi dalam Rantai Nilai Global (Global Value Chain/GVC).
Integrasi yang mulus ke dalam pasar dunia, bagaimanapun, harus diimbangi dengan peningkatan standar ketenagakerjaan dan tata kelola industri. Di sinilah penerapan prinsip-prinsip bisnis bertanggung jawab (Responsible Business Conduct/RBC) dan uji tuntas hak asasi manusia (Human Rights Due Diligence/HRDD) menjadi faktor penentu daya saing.
Prinsip Bisnis Bertanggung Jawab sebagai Standar Global
Pemerintah menyadari, praktik bisnis yang menghormati hak pekerja dan lingkungan kini bukan sekadar etika, melainkan prasyarat dalam perdagangan internasional. Standar seperti United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights serta deklarasi ILO untuk perusahaan multinasional menjadi rujukan utama untuk menciptakan pekerjaan yang layak (decent work).
Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai program kolaboratif. Salah satunya adalah Program Resilient, Inclusive, and Sustainable Supply Chain (RISSC) dan RBC yang diinisiasi oleh ILO bersama pemerintah dan pelaku industri.
“Kami berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan daya saing industri sekaligus memastikan kualitas lingkungan kerja yang layak, sehingga Indonesia mampu membangun rantai pasok yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Menko Airlangga.
Menyiapkan Lanskap Industri Masa Depan: Semikonduktor
Selain mengonsolidasi sektor elektronik yang ada, pemerintah juga sedang membidik lanskap industri masa depan dengan fokus pada pengembangan ekosistem semikonduktor. Penyusunan peta jalan (roadmap) khusus untuk industri ini sedang digarap serius. Upaya ini diperkuat dengan menjalin kerja sama riset dan pengembangan teknologi bersama sejumlah lembaga pendidikan di Jerman dan Amerika Serikat, sebagai strategi untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam rantai pasok global yang lebih tinggi nilainya.
Pada akhirnya, seluruh strategi pembangunan industri ini bertumpu pada kolaborasi tripartit yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja. Sinergi inilah yang diharapkan dapat membawa Indonesia tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga pada kemajuan yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk semua pihak.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Tegaskan Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu Saat WFA Idulfitri
Kemnaker Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Soal BSU 2026
Wamenkeu Nilai Penyaluran UMi di Solo Masih Terlalu Kecil
Persebaya Hadapi Bhayangkara dengan Dua Pemain Andalan Terancam Absen