Van Gastel Buka Suara Soal Kepergian Asistennya, Erwan Hendarwanto, ke Garudayaksa FC

- Jumat, 13 Februari 2026 | 05:30 WIB
Van Gastel Buka Suara Soal Kepergian Asistennya, Erwan Hendarwanto, ke Garudayaksa FC

MURIANETWORK.COM - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan tanggapannya terkait kepindahan asistennya, Erwan Hendarwanto. Erwan resmi meninggalkan Laskar Mataram di tengah perjalanan kompetisi BRI Super League 2025/2026 untuk bergabung dengan Garudayaksa FC di Pegadaian Championship. Van Gastel mengungkapkan bahwa keputusan tersebut didorong oleh ambisi Erwan untuk menjajaki peran sebagai pelatih kepala.

Keputusan Berangkat Didasari Ambisi Karier

Pengumuman resmi perpisahan antara PSIM dan Erwan Hendarwanto disampaikan oleh manajemen klub pada Minggu (9/2/2026) malam WIB. Kepergian sosok yang berjasa membawa tim promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini tentu menarik perhatian publik. Van Gastel, dalam penjelasannya, menekankan bahwa langkah tersebut sepenuhnya didukung oleh klub demi mendukung perkembangan karier asistennya.

Menurut pelatih asal Belanda itu, faktor utama di balik keputusan Erwan adalah keinginan kuat untuk memimpin sebuah tim secara mandiri. Tawaran dari Garudayaksa FC dipandang sebagai kesempatan yang tepat untuk mewujudkan ambisi tersebut.

"Pertama-tama, dia datang dengan permintaan untuk pergi ke Garudayaksa karena ambisinya adalah menjadi pelatih kepala," tutur Van Gastel.

Ia melanjutkan, "Dia mendapatkan kesempatan itu, jadi itulah alasan klub melepasnya."

Transisi di Tengah Musim Kompetisi

Keberangkatan seorang asisten pelatih di paruh musim tentu menciptakan dinamika tersendiri dalam skuat kepelatihan PSIM. Situasi ini mengharuskan Van Gastel dan stafnya untuk melakukan penyesuaian dengan cepat, mengingat kompetisi BRI Super League terus berlanjut. Meski demikian, nada yang disampaikan Van Gastel terlihat memahami dan profesional, lebih menitikberatkan pada dukungan terhadap langkah karier individu daripada sebagai sebuah kerugian bagi tim.

Dari sudut pandang dunia kepelatihan, perpindahan seperti ini bukanlah hal yang aneh. Justru, ini mencerminkan siklus alami di mana seorang asisten yang kompeten akhirnya mendapatkan kepercayaan untuk memimpin tim sendiri. PSIM, dengan melepas Erwan, tampaknya ingin menjaga hubungan baik sekaligus membuka jalan bagi regenerasi di tubuh staf pelatih mereka.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar