Makan Gratis Polisi Riau: Rahasia di Balik Dapur Rahasia yang Dikelola Para Istri Bhayangkari

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:45 WIB
Makan Gratis Polisi Riau: Rahasia di Balik Dapur Rahasia yang Dikelola Para Istri Bhayangkari

Peran Bhayangkari Sebagai PIC Dukung Program Makan Bergizi Gratis Polda Riau

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menunjuk tiga anggota Bhayangkari sebagai Person in Contact (PIC) di setiap Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penunjukan ini bertujuan memperkuat akuntabilitas dan manajemen pengelolaan dapur SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Riau.

“Kami menempatkan tiga Bhayangkari di setiap dapur SPPG dengan peran khusus: PIC Yayasan, PIC Dapur, dan Bendahara,” jelas Irjen Herry Heryawan saat meresmikan SPPG Polda Riau 2 di Pekanbaru, Kamis (30/10/2025).

Tugas dan Tanggung Jawab PIC Bhayangkari di SPPG

Setiap PIC memiliki fungsi strategis dalam operasional dapur SPPG:

  • PIC Yayasan: Mengawasi operasional dapur, administrasi, proposal SPPG, dan berkoordinasi dengan mitra terkait.
  • PIC Dapur: Menangani pembelanjaan bahan pangan, penerimaan barang, dan pengajuan kebutuhan dapur.
  • PIC Bendahara: Mengelola keuangan SPPG secara transparan dan akuntabel.

Kapolda menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar dapur biasa, melainkan wujud nyata komitmen Polri dalam membangun masa depan bangsa melalui pemenuhan gizi yang optimal.

Komitmen Kualitas dan Keamanan Pangan MBG Polda Riau

Polda Riau berkomitmen menyediakan Makan Bergizi Gratis yang aman dan berkualitas sesuai standar kesehatan nasional. Setiap tahap produksi, dari hulu ke hilir, menggunakan bahan pangan bermutu tinggi dan melalui proses pengawasan ketat.

“Keamanan pangan menjadi prioritas. Kami menerapkan rapid test pada setiap menu yang dihasilkan untuk memastikan makanan bebas bakteri dan racun,” tambah Kapolda.

SPPG Polda Riau 2: Distribusi Efisien untuk 3.129 Siswa

SPPG Polda Riau Tahap 2 yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Sukamaju, Kota Pekanbaru, akan mendistribusikan MBG kepada 6 sekolah dengan total 3.129 siswa. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan efisiensi, dimana jarak terjauh ke sekolah hanya 3 kilometer dengan waktu distribusi maksimal 10 menit.

Dengan sistem ini, Polda Riau optimis program MBG dapat terselenggara secara efektif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di Provinsi Riau.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar