Pasar saham kita hari ini benar-benar berdarah-darah. Sentimen negatif global menghantam IHSG, dan yang paling terasa adalah pukulan ke saham-saham besar, konglomerat dan perbankan. Bisa dibilang, mereka babak belur.
Di sisi lain, saham-saham dari grup konglomerasi seperti Barito dan Sinarmas jadi penekan utama indeks. Harga-harga mereka berjatuhan hampir serentak.
Seperti yang terpantau hingga pukul 10.02 WIB, CUAN milik Prajogo Pangestu melemah 4,35% ke level Rp1.100. BREN juga merosot 4,07% ke Rp5.300. Tak ketinggalan, TPIA dan BRPT sama-sama terperosok lebih dari 3%.
Dari sektor perbankan, situasinya tak kalah suram. BBCA, si raksasa biru, ambles lebih dari 3% ke Rp6.450. BBNI, BBRI, dan BMRI pun ikut terperosok dengan penurunan yang signifikan.
Tekanan ini ternyata merata. Saham konglomerasi lain pun ikut ketiban getah.
DSSA dari Sinarmas turun 2,83%. DNET yang terafiliasi Grup Salim melemah. Bahkan saham-saham solid seperti AMMN, PANI, ASII, hingga BYAN milik Low Tuck Kwong tercatat di zona merah.
Menurut sejumlah analis, koreksi massal ini mempertegas tekanan yang sudah lama membayangi. Sentimen risk-off global sedang kuat-kuatnya. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran baru: stagflasi. Imbasnya, dana asing pun kabur dari pasar Indonesia dan Asia.
Investor jelas perlu waspada. Pasar sedang tidak ramah.
Ingat, keputusan beli atau jual saham sepenuhnya ada di tangan Anda. Lakukan analisis mendalam sebelum bertindak.
Artikel Terkait
OJK: Pelemahan IHSG Masih Wajar, Dipicu Sentimen Global dan Domestik
Rumor Badan Pengendali Ekspor Picu Aksi Jual Massal, IHSG Anjlok 3,76%
Danantara: Investasi di BEI Tetap Menjanjikan dalam Jangka Panjang, Didukung Fundamental Ekonomi Kuat
BUMA Internasional Akan Kurangi Modal dan Jalankan Program Saham Karyawan