Danantara: Investasi di BEI Tetap Menjanjikan dalam Jangka Panjang, Didukung Fundamental Ekonomi Kuat

- Selasa, 19 Mei 2026 | 14:55 WIB
Danantara: Investasi di BEI Tetap Menjanjikan dalam Jangka Panjang, Didukung Fundamental Ekonomi Kuat

Investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai tetap menjanjikan dalam jangka panjang meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi. Pandangan ini disampaikan oleh Danantara, yang meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten menjadi fondasi utama bagi prospek investasi di pasar modal.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa strategi investasi pihaknya di pasar modal Indonesia bersifat jangka panjang. Menurutnya, saham-saham BUMN yang berada di bawah naungan Danantara dan tercatat di BEI memiliki fundamental yang kuat serta imbal hasil atau yield yang tinggi.

“Mungkin dalam hal ini yang ingin saya sampaikan bahwa ya kalau kita lihat investasi di bursa, buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang. Contohnya Himbara ataupun mineral kita, yield-nya juga sangat baik di atas 10-11 persen,” ujar Rosan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rosan saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam kunjungan ke Gedung BEI, Jakarta, pada Selasa, 18 Maret 2025. Dalam kesempatan itu, Rosan juga memberikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI atas berbagai langkah pembenahan yang dilakukan untuk memperkuat pasar modal Indonesia.

“Saya masih kasih apresiasi ke OJK dan juga ke bursa dengan beberapa alternative action-nya dalam rangka terus menyempurnakan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih governance, to deepen also our capital market,” katanya.

Rosan meyakini bahwa proses pembenahan tersebut akan meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Ia menekankan bahwa pendekatan investasi di pasar modal tidak bisa dilakukan secara harian atau bulanan, melainkan harus bersifat jangka panjang.

“Ya, tetapi memang kalau kita lihat, oh hari ini, besok, ada seminggu lagi, kan approach kita itu bukan harian. Approach kita bukan bulanan. Approach kita itu jangka panjang,” kata Rosan.

Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor ritel menjadi indikator positif bahwa pasar modal Indonesia masih dipercaya masyarakat. Rosan menyebutkan bahwa jumlah investor pasar modal saat ini mencapai 26 hingga 27 juta orang, meningkat dibandingkan tahun lalu yang sekitar 20 juta investor.

“Nah, tentunya logikanya bahwa peningkatan ini terjadi kenapa? Karena investor kita yakin bahwa bursa kita ini makin baik ke depannya dan promising,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan pengelola bursa dan regulator mengenai langkah-langkah memperkuat kepercayaan investor, baik global maupun ritel domestik. Ia menyinggung pertumbuhan investor ritel yang terus meningkat di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

“Kami tadi sudah banyak berdiskusi, bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang masuk di bursa. Tetapi juga bagaimana kemudian investor ritel yang ada terus tumbuh dan berkembang dengan kami mendengarkan paparan dari pengelola bursa, bagaimana mereka menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa membuat para investor lokal merasa nyaman,” ujar Dasco.

Menurut Dasco, penguatan fundamental pasar modal Indonesia akan membuat bursa semakin tangguh ke depan. Ia optimistis bahwa pertumbuhan investor lokal yang terus bertambah, ditopang oleh fundamental yang kuat, akan membawa hasil positif setelah tanggal 29 Mei mendatang.

“Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau ritel terus bertambah dan itu kemudian dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat. Mudah-mudahan kita akan lihat hasilnya setelah tanggal 29 ini,” katanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar