Di tengah tekanan yang membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa fundamental perusahaan tercatat di pasar modal nasional masih berada dalam tren positif. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam sebuah konferensi pers yang digelar menyusul inspeksi mendadak ke gedung BEI di Jakarta Pusat pada Selasa, 18 Maret 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Nyoman mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 957 perusahaan yang tercatat di BEI, dan mayoritas di antaranya telah menyampaikan laporan keuangan. Ia menambahkan bahwa kinerja emiten secara umum juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Jumlah perusahaan tercatat yang ada di kita di Bursa Efek Indonesia adalah 957. Hampir 85 persen sudah menyampaikan laporan keuangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nyoman memaparkan data yang menunjukkan penguatan kinerja fundamental emiten. “Dan informasi yang dapat saya sampaikan adalah secara fundamental net income dan kemudian dari sisi net profit itu meningkat 21,5 persen,” sambungnya.
Sementara itu, dari sisi permintaan atau jumlah investor, BEI mencatat pertumbuhan yang tak kalah menggembirakan. Nyoman menyebutkan bahwa jumlah investor pasar modal saat ini telah mencapai 27 juta orang, sebuah angka yang mencerminkan meningkatnya partisipasi publik di bursa saham.
Di sisi lain, optimisme juga terlihat dari antrean perusahaan yang akan melantai di bursa. BEI mencatat terdapat 15 perusahaan yang tengah berada dalam pipeline pencatatan saham baru, dan sebagian besar di antaranya merupakan perusahaan dari kategori papan utama.
“Tadi juga sudah disampaikan dari sisi demand side juga menunjukkan peningkatan. Saat ini sudah ada 27 juta investor,” katanya menegaskan.
Menurut Nyoman, seluruh indikator tersebut menegaskan bahwa kualitas dan fundamental perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia masih relatif kuat. “Terus kemudian dari sisi kualitas atau performance perusahaan tercatat kita yang ditunjukkan oleh financial performance relatif meningkat,” tandasnya.
Ia juga menilai bahwa kehadiran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta COO Danantara Dony Oskaria dalam inspeksi mendadak tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pasar modal Indonesia. “Kemudian ada dari Danantara, bos besarnya langsung hadir, Pak Rosan, Pak Dony hadir di sini untuk menunjukkan kepada kita support dari Danantara tentunya kepada pasar modal kita,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, inspeksi mendadak yang dilakukan Sufmi Dasco Ahmad ke gedung BEI pada siang hari itu turut dihadiri oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi. Langkah ini diambil di tengah gejolak IHSG yang mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.
Artikel Terkait
BUMA Internasional Akan Kurangi Modal dan Jalankan Program Saham Karyawan
IHSG Anjlok Lebih dari 3 Persen, Saham Komoditas Terpukul Isu Pembentukan Badan Ekspor Terpusat
IHSG Anjlok 3,08 Persen ke 6.396, Terseret Pelemahan Seluruh Sektor
Wakil Ketua DPR Temui BEI dan BI di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG