PPIH Hadirkan Bus Hidrolik untuk Dukung Mobilitas Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas di Tanah Suci

- Selasa, 19 Mei 2026 | 14:45 WIB
PPIH Hadirkan Bus Hidrolik untuk Dukung Mobilitas Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas di Tanah Suci

Semangat mewujudkan ibadah haji yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas kembali mendapat wujud nyata di Tanah Suci. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah bus hidrolik, sebuah kendaraan yang dirancang khusus untuk memudahkan mobilitas jemaah berkebutuhan khusus selama menjalani rangkaian ibadah.

Satu per satu jemaah haji lanjut usia terlihat memasuki bus dengan lebih mudah dan nyaman. Kendaraan yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ini menjadi salah satu fasilitas pendukung utama untuk membantu pergerakan jemaah, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Dengan teknologi hidrolik, bus dapat menurunkan ketinggian secara otomatis saat jemaah naik atau turun, sehingga tidak perlu melangkah terlalu tinggi saat memasuki kendaraan.

Fasilitas ini menjadi bentuk nyata dari upaya penyelenggara haji dalam memberikan pelayanan yang lebih manusiawi dan inklusif. Kehadirannya sangat berarti bagi jemaah lansia, disabilitas, serta mereka yang memiliki keterbatasan fisik lainnya. Bagi para lansia, bus hidrolik bukan sekadar alat transportasi. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi simbol perhatian dan kepedulian agar mereka tetap dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan nyaman.

Sementara itu, program haji ramah lansia dan disabilitas menjadi salah satu fokus utama pelayanan pada musim haji tahun ini. Sebab, ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan menuju Baitullah, tetapi juga tentang memuliakan setiap tamu Allah tanpa terkecuali. Kehadiran bus hidrolik diharapkan menjadi solusi untuk mempermudah mobilitas jemaah, sekaligus memperkuat komitmen penyelenggara dalam mewujudkan haji yang lebih ramah, setara, dan penuh kepedulian.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar