Kebakaran hebat melanda sebuah peternakan ayam di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, mengakibatkan ribuan anak ayam dan belasan ekor domba mati terbakar. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.28 WIB itu menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Kapolsek Cariu, AKP Agus Hidayat, menyatakan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik pada alat pemanas anak ayam atau day old chick (DOC). Kebakaran dengan cepat melahap bangunan kandang beserta seluruh isinya, termasuk ribuan anak ayam yang baru menetas, 13 ekor domba, dan lima unit sepeda motor.
“Tadi pagi jam 2 saya dan anggota ke TKP. Sementara (kebakaran) diduga dari pemanas untuk anak ayam. Betul, diduga korsleting,” kata Agus, Selasa (19/5/2026).
Ia merinci bahwa kerugian mencapai Rp500 juta lebih, mencakup 60 ribu DOC yang mati, 13 ekor domba, lima motor, 10 ton pakan ayam, dua mesin genset, serta bangunan kandang yang hangus terbakar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengonfirmasi bahwa kebakaran dilaporkan warga sekitar pukul 02.28 WIB. Dugaan sementara, percikan api berasal dari korsleting listrik yang menyambar bahan mudah terbakar di dalam kandang.
“Objek terbakar peternakan ayam. Korban jiwa maupun luka nihil. Sumber api atau penyebab kebakaran akibat korsleting listrik,” ujar Yudi.
“Kronologinya, terjadi korsleting listrik di area kandang peternakan ayam dan percikan api dari korsleting listrik menyambar bahan yang mudah terbakar, berupa sekam padi dan merembet ke seluruh bangunan,” imbuhnya.
Dua unit pemadam dari Sektor Cariu dikerahkan ke lokasi. Namun, tim pemadam sempat terkendala jarak dan medan yang ekstrem, berupa jalan menanjak dan menurun tajam, sehingga waktu respons tidak dapat dipenuhi secara optimal.
“Tim mengalami kendala karena jarak dan medan yang dilalui cukup jauh dan ekstrem, memiliki tanjakan dan turunan tajam, maka dari itu response time tidak terpenuhi,” kata Yudi.
Setelah tiba di lokasi, petugas segera melakukan penanganan dan penelusuran titik api. Kondisi bangunan atap peternakan yang terbuat dari seng sudah roboh dan rata. Dengan penanganan yang tepat, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Artikel Terkait
KPK Akui Keterbatasan SDM dan Wilayah, Buka Kerja Sama dengan Kortastipidkor Polri
Pertemuan Prabowo dengan Luhut dan Chatib Basri Dikonfirmasi Bahas Rekomendasi Ekonomi, Bukan Isu Reshuffle
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Malang, Diduga akibat Korsleting Listrik
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis