Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (19/5/2026), dengan anjlok 3,08 persen ke posisi 6.396,27. Tekanan jual yang masif terjadi sejak bel pembukaan, di mana indeks langsung melemah ke level 6.599 dan terus merosot hingga menyentuh titik terendah di 6.376,34.
Sepanjang sesi perdagangan siang itu, sebanyak 639 saham tercatat melemah, sementara hanya 103 saham yang berhasil menguat dan 217 saham lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp15,11 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 26,12 miliar saham. Angka ini menunjukkan aktivitas jual beli yang cukup deras di tengah sentimen negatif yang membayangi pasar.
Seluruh indeks sektoral kompak terpuruk. Indeks LQ45 ambles 2,10 persen, indeks JII terkoreksi 3,96 persen, IDX30 melemah 1,62 persen, SRI-KEHATI turun 1,16 persen, dan ISSI anjlok 3,87 persen. Sektor energi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan mencapai 6,47 persen, sementara sektor bahan baku merosot lebih dalam lagi, yakni 7,26 persen.
Di sisi lain, sektor transportasi ikut tertekan dengan koreksi 5,94 persen, diikuti sektor industri yang turun 3,43 persen, infrastruktur melemah 3,91 persen, serta sektor non-siklikal dan siklikal yang masing-masing terkoreksi 2,49 persen dan 2,60 persen. Sektor keuangan dan kesehatan tercatat lebih rendah koreksinya, yakni 1,47 persen dan 0,43 persen.
Meskipun mayoritas saham tertekan, beberapa emiten justru mencatatkan kenaikan signifikan. Tiga saham yang memimpin daftar top gainers adalah PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) yang naik 20,33 persen, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang menguat 14,53 persen, dan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang melesat 12 persen.
Sementara itu, posisi top losers dihuni oleh PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) yang merosot 14,97 persen, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) turun 14,96 persen, dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang terkoreksi 14,91 persen. Pelemahan ini mencerminkan tekanan luas yang masih membayangi pasar modal pada sesi pertama perdagangan hari itu.
Artikel Terkait
BEI: Fundamental 957 Emiten Masih Kuat, Laba Bersih Tumbuh 21,5 Persen di Tengah Tekanan IHSG
IHSG Anjlok Lebih dari 3 Persen, Saham Komoditas Terpukul Isu Pembentukan Badan Ekspor Terpusat
Wakil Ketua DPR Temui BEI dan BI di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG
IHSG Anjlok 3,08 Persen ke Level Terendah Sejak April 2025, Rupiah Tembus Rp17.728 per Dolar AS