Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespons gejolak di pasar keuangan dan moneter domestik dengan melakukan kunjungan maraton ke dua lembaga utama dalam satu hari. Setelah menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi, politisi Partai Gerindra itu dijadwalkan mendatangi Gedung Bank Indonesia (BI) pada pukul 14.00 WIB siang ini.
Kunjungan pimpinan parlemen ke otoritas pasar modal dan bank sentral ini berlangsung di tengah fluktuasi tajam nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.700 per dolar Amerika Serikat. Dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami koreksi signifikan yang menekan sentimen pelaku pasar.
Meskipun belum ada agenda resmi yang dirilis mengenai pokok pembahasan di Bank Indonesia, kunjungan ini diproyeksikan akan membahas langkah-langkah strategis pemulihan stabilitas moneter. Koordinasi kebijakan makro serta efektivitas intervensi pasar yang tengah berjalan juga menjadi isu yang diperkirakan mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Sebelum bertolak ke Bank Indonesia, Dasco terpantau mendatangi Gedung BEI pada pukul 10.30 WIB. Ia tidak sendirian, melainkan bersama petinggi lembaga pengelola aset negara, yakni CEO Danantara Rosan Roeslani serta Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Setibanya di lokasi, rombongan langsung menggelar pertemuan. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi juga diketahui tengah berkantor di gedung bursa pada waktu yang sama.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan pergerakan IHSG yang kembali tertekan ke zona merah pada pembukaan pasar. Pada pukul 09.25 WIB, indeks saham domestik melorot 0,35 persen ke level 6.576,07. Angka itu melanjutkan tren koreksi dari hari sebelumnya yang sempat anjlok 1,85 persen atau terpangkas 124,07 poin menuju level 6.599,24.
Menanggapi volatilitas pasar yang tinggi, Penjabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik meminta para investor dan pelaku pasar modal untuk tidak panik. Ia menegaskan bahwa penurunan indeks saat ini masih sejalan dengan tren koreksi di pasar global.
“Jika kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia saat kita libur, ditambah sedikit koreksi tambahan hari ini, hasilnya memang sama dengan penurunan yang kita alami sekarang. Jadi, masih inline dengan tren pasar global,” jelas Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI.
Artikel Terkait
Nizar Zulfikar Kembali ke Timnas Voli Indonesia untuk AVC Nations Cup 2026
Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas Diduga Jatuh dari Lantai Tiga, Sempat Kirim Pesan Suara ke Teman
Trump Tunda Serangan ke Iran, Klaim Peluang Kesepakatan Damai Semakin Dekat
Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI Ditolak Pengadilan AS karena Kedaluwarsa