Lembaga pemeringkat Fitch Ratings baru saja merevisi proyeksi harganya. Mereka menaikkan asumsi harga untuk sejumlah logam dan komoditas tambang hingga tahun 2026. Buat pasar modal kita, ini bisa jadi angin segar, terutama untuk kinerja saham-saham sektor pertambangan di BEI.
Dari laporan resminya, kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada tembaga. Fitch memproyeksikan harga tembaga melesat ke USD 11.500 per ton, naik dari asumsi sebelumnya yang hanya USD 9.500. Pemicunya jelas: gelombang elektrifikasi global yang tak terbendung terus mendongkrak permintaan.
Tak cuma tembaga, aluminium juga ikut naik kelas. Untuk 2026, harganya dipatok naik dari USD 2.550 menjadi USD 2.900 per ton. Menurut Fitch, permintaan yang tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan jadi alasan utama. Pasokan baru yang terbatas, kecuali rencana ekspansi di Indonesia dan Asia Tenggara, juga turut mengerek asumsi ini.
Emas, si safe-haven favorit itu, juga dapat porsi kenaikan. Fitch menyebut lonjakan harga pasar yang terjadi belakangan didorong oleh pembelian agresif bank sentral berbagai negara. Belum lagi alokasi dana investor baik institusi maupun ritel yang mengalir deras ke logam mulia ini, terutama di tengat tensi geopolitik yang masih panas. Proyeksinya? Naik dari level USD 3.400 ke USD 4.500 per troy ounce.
Di sisi lain, komoditas energi seperti batu bara termal juga ikut terdongkrak. Asumsi harganya naik dari USD 95 ke USD 110 per ton. Pasar yang lebih ketat di kuartal pertama 2026 jadi penyebabnya, didorong oleh penurunan ekspor dari Indonesia karena ketidakpastian kebijakan dan produksi domestik China yang melemah.
Nikel pun tak ketinggalan. Untuk jangka pendek, harganya dinaikkan ke USD 16.000 per ton. Kebijakan pemerintah Indonesia yang menetapkan kuota produksi lebih rendah dinilai akan mengetatkan pasokan global, yang pada akhirnya menyangga harga.
Artikel Terkait
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
IHSG Tertekan, Saham Konglomerasi dan Perbankan Babak Belur
Pasar Saham Asia Terpukul Imbas Konflik Timur Tengah dan Ancaman Stagflasi
IHSG Anjlok 1,55% di Awal Perdagangan Pasca-Lebaran, Semua Sektor Terkapar Merah