Pagi ini, pasar saham Indonesia langsung tersungkur. IHSG dibuka di level 7.020,532, tapi tak butuh waktu lama untuk anjlok. Hanya dalam hitungan menit setelah bel dibuka, tepatnya hingga pukul 09.31 WIB, indeks sudah tercatat merosot tajam 123,731 poin atau 1,74 persen ke posisi 6.973,325. Pekan ini benar-benar dimulai dengan sentimen negatif yang kuat.
Pergerakannya cukup suram. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, mayoritas justru berakhir di zona merah. Data menunjukkan 471 emiten melemah. Sementara itu, hanya 136 saham yang mampu bertahan dengan menguat, dan 126 lainnya stagnan alias flat. Transaksi pagi ini pun terpantau mencapai Rp3,124 triliun, dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 6,052 miliar lembar.
Lalu, ke mana arah IHSG selanjutnya? Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, potensi pelemahan masih mengintai. Dalam analisis hariannya, ia memprediksi support akan berada di kisaran 6.900-7.000, sementara resistensi di level 7.130-7.160.
Kondisi ini sebenarnya adalah lanjutan dari tren buruk akhir pekan lalu. Pada Jumat, 27 Maret 2026, IHSG sudah ditutup turun 0,94 persen. Saat itu, investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp1,89 triliun, dengan saham-saham bank seperti BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM menjadi sasaran utama pelepasan.
Tekanan global jelas memberi andil. Wall Street, misalnya, menutup perdagangan Jumat lalu dengan catatan merah menyala. Dow Jones jatuh 1,73 persen, diikuti S&P 500 yang melemah 1,67 persen, dan Nasdaq Composite berkurang lebih parah lagi, 2,15 persen. Ketegangan di Timur Tengah yang mendongkrak biaya pinjaman ikut menjadi beban.
Pasar Asia sendiri terlihat bervariasi menanggapi tekanan itu. Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,4 persen meski Topix naik tipis 0,2 persen. Korsel mengalami hal serupa: Kospi melemah 0,4 persen sementara Kosdaq naik 0,4 persen. Di sisi lain, indeks Tiongkok dan Hang Seng Hong Kong justru menguat masing-masing 0,6 persen dan 0,4 persen. Pasar Australia sedikit tertekan, dengan S&P/ASX 200 turun 0,11 persen.
Nah, di tengah kondisi yang tidak menentu ini, ada beberapa saham yang disebut bisa jadi ide trading hari ini. Rekomendasinya mencakup HRTA, BUMI, INET, MEDC, MBMA, dan EMAS. Berikut detailnya:
Artikel Terkait
Lalu Lintas Jakarta Timur Mulai Padat di Hari Pertama Usai Libur Lebaran
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp68 Ribu per Kg, Tekanan Pangan Masih Terasa
Lebaran 2026: Kunjungan Wisata Jatim Tembus 5,3 Juta, Naik 18 Persen
Subaru Sambar 2026 Perbarui Fitur Keselamatan, Pertahankan Desain Ikonik