IHSG Anjlok 1,74% di Awal Pekan, Sentimen Global Tekan Pasar

- Senin, 30 Maret 2026 | 10:15 WIB
IHSG Anjlok 1,74% di Awal Pekan, Sentimen Global Tekan Pasar

Pagi ini, pasar saham Indonesia langsung tersungkur. IHSG dibuka di level 7.020,532, tapi tak butuh waktu lama untuk anjlok. Hanya dalam hitungan menit setelah bel dibuka, tepatnya hingga pukul 09.31 WIB, indeks sudah tercatat merosot tajam 123,731 poin atau 1,74 persen ke posisi 6.973,325. Pekan ini benar-benar dimulai dengan sentimen negatif yang kuat.

Pergerakannya cukup suram. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, mayoritas justru berakhir di zona merah. Data menunjukkan 471 emiten melemah. Sementara itu, hanya 136 saham yang mampu bertahan dengan menguat, dan 126 lainnya stagnan alias flat. Transaksi pagi ini pun terpantau mencapai Rp3,124 triliun, dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 6,052 miliar lembar.

Lalu, ke mana arah IHSG selanjutnya? Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, potensi pelemahan masih mengintai. Dalam analisis hariannya, ia memprediksi support akan berada di kisaran 6.900-7.000, sementara resistensi di level 7.130-7.160.

"Diperkirakan support IHSG 6.900-7.000 dan resist IHSG 7.130-7.160," ungkap Fanny.

Kondisi ini sebenarnya adalah lanjutan dari tren buruk akhir pekan lalu. Pada Jumat, 27 Maret 2026, IHSG sudah ditutup turun 0,94 persen. Saat itu, investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp1,89 triliun, dengan saham-saham bank seperti BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM menjadi sasaran utama pelepasan.

Tekanan global jelas memberi andil. Wall Street, misalnya, menutup perdagangan Jumat lalu dengan catatan merah menyala. Dow Jones jatuh 1,73 persen, diikuti S&P 500 yang melemah 1,67 persen, dan Nasdaq Composite berkurang lebih parah lagi, 2,15 persen. Ketegangan di Timur Tengah yang mendongkrak biaya pinjaman ikut menjadi beban.

Pasar Asia sendiri terlihat bervariasi menanggapi tekanan itu. Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,4 persen meski Topix naik tipis 0,2 persen. Korsel mengalami hal serupa: Kospi melemah 0,4 persen sementara Kosdaq naik 0,4 persen. Di sisi lain, indeks Tiongkok dan Hang Seng Hong Kong justru menguat masing-masing 0,6 persen dan 0,4 persen. Pasar Australia sedikit tertekan, dengan S&P/ASX 200 turun 0,11 persen.

Nah, di tengah kondisi yang tidak menentu ini, ada beberapa saham yang disebut bisa jadi ide trading hari ini. Rekomendasinya mencakup HRTA, BUMI, INET, MEDC, MBMA, dan EMAS. Berikut detailnya:

HRTA
Rekomendasi: Spec buy. Area beli di Rp2.350-Rp2.390 dengan cutloss di bawah Rp2.330. Target dekatnya Rp2.430-Rp2.450.

BUMI
Rekomendasi: Buy on weakness. Bisa masuk di area Rp206-Rp210, cutloss di bawah Rp204. Target untuk posisi dekat di Rp218-Rp224.

INET
Rekomendasi: Buy if break Rp266. Kalau tembus, target dekatnya Rp274-Rp280. Cutloss disarankan di bawah Rp258.

MEDC
Rekomendasi: Buy on weakness. Area akumulasi di Rp1.820-Rp1.840. Cutloss di Rp1.810, target Rp1.860-Rp1.910.

MBMA
Rekomendasi: Spec buy. Area beli di sekitar Rp665 dengan cutloss ketat di Rp660. Target kenaikan di kisaran Rp690-Rp730.

EMAS
Rekomendasi: Spec buy. Area beli cukup lebar, Rp8.300-Rp8.500. Cutloss di Rp8.300. Targetnya Rp8.675-Rp8.975.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar