Jakarta - Tumpukan sampah yang memenuhi sudut-sudut Pasar Induk Kramat Jati akhirnya mulai diurai. Selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat lalu, petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur turun tangan. Mereka mengerahkan sekitar 20 truk setiap harinya untuk mengangkut berton-ton sampah menuju TPST Bantar Gebang.
Namun begitu, bantuan besar-besaran ini ternyata bersifat sementara. Kepala Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menegaskan hal itu bukan bentuk pengambilalihan kewajiban.
"Selama tiga hari, kami membantu pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, sejak Jumat (27/3) hingga Minggu (29/3), sebagai langkah darurat untuk mengurai penumpukan sampah di kawasan pasar tersebut," jelas Dwi, seperti dilaporkan Antara, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, tanggung jawab utama tetap berada di pundak pengelola pasar, dalam hal ini Perumda Pasar Jaya. Dinas Lingkungan Hidup, kata Dwi, sebenarnya tidak punya kewenangan penuh untuk menangani sampah di kawasan usaha. Aksi kali ini murni upaya darurat.
"Kami tidak bisa membersihkan sampai tuntas karena ini bukan sampah liar. Ada pihak yang bertanggung jawab sebagai penghasil sampah," ucapnya tegas.
Artikel Terkait
MBG di SDN Duren Sawit 02 Pagi Baru Dimulai Besok
Lalu Lintas Jakarta Timur Mulai Padat di Hari Pertama Usai Libur Lebaran
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp68 Ribu per Kg, Tekanan Pangan Masih Terasa
Lebaran 2026: Kunjungan Wisata Jatim Tembus 5,3 Juta, Naik 18 Persen