MURIANETWORK.COM - Dunia manajemen Premier League kembali menunjukkan sisi tak kenal ampunnya. Sean Dyche menjadi pelatih terbaru yang kehilangan pekerjaan setelah Nottingham Forest memecatnya, hanya 114 hari sejak ditunjuk. Keputusan ini tak terlepas dari posisi Forest yang masih terperosok di zona merah degradasi, menambah daftar panjang pergantian pelatih di musim 2025/2026 yang penuh gejolak ini.
Gelombang pemecatan sebenarnya sudah dimulai lebih awal. Klub yang berbasis di City Ground itu sebelumnya telah memberhentikan Nuno Espirito Santo pada September lalu, sebuah keputusan mengejutkan mengingat sang pelatih baru saja membawa Forest lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam tiga dekade.
Nasib Buruk di City Ground
Pengganti Nuno, Ange Postecoglou, bahkan mengalami nasib yang lebih tragis. Ia hanya bertahan selama 39 hari tanpa sekalipun merasakan kemenangan dari delapan pertandingan yang dilakoni. Catatan itu menjadikannya manajer permanen dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah Premier League. Dyche, yang diharapkan bisa menghentikan laju ketidakstabilan, akhirnya justru mengikuti jejak kedua pendahulunya.
Tekanan serupa tidak hanya terjadi di Nottingham. Di London Utara, Tottenham Hotspur juga mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Thomas Frank setelah delapan bulan ia memegang kendali. Keputusan itu diambil menyusul rentetan hasil buruk yang membuat Spurs terpuruk di posi ke-16 klasemen, hanya bereda lima poin dari jurang degradasi.
Dalam pernyataan resminya, manajemen klub menyatakan keputusan itu diambil setelah menilai performa tim tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang diharapkan.
"Perubahan dianggap perlu demi menyelamatkan sisa musim ini," jelas pernyataan resmi dari manajemen Spurs.
Daftar Panjang Pergantian Pelatih
Secara keseluruhan, musim ini telah menyaksikan enam manajer permanen dipecat, ditambah satu perpisahan atas kesepakatan bersama antara Enzo Maresca dan Chelsea. Turbulensi kursi kepelatihan ini menyentuh hampir semua level kompetisi, dari klub yang berjuang menghindari degradasi hingga raksasa yang tengah terpuruk.
West Ham United memilih berpisah dengan Graham Potter akibat hasil yang tidak konsisten, sementara Wolverhampton Wanderers mengambil langkah cepat dengan memecat Vitor Pereira setelah performa tim tak kunjung membaik. Di puncak hirarki, tekanan besar di Old Trafford akhirnya tak mampu ditahan oleh Ruben Amorim, yang harus angkat kaki dari kursi manajer Manchester United.
Dinamika keras di pinggir lapangan ini menggambarkan betapa tingginya tuntutan dan ketidakpastian dalam sepakbola level elit. Setiap poin yang terlewat bisa berimbak langsung pada stabilitas kursi manajer, menciptakan siklus pergantian yang seolah tak berujung di tengah panasnya persaingan Premier League.
Artikel Terkait
Barcelona Dibantai Atletico Madrid 0-4 di Semifinal Copa del Rey
Arteta Akui Tekanan Ekstrem Usai Arsenal Ditahan Imbang Brentford
Persebaya Bangkit, Persaingan Puncak Liga 1 2025/2026 Makin Sengit
Persib Dibantai Ratchaburi 0-3, Kesiapan Asia Dipertanyakan