Arteta Akui Tekanan Ekstrem Usai Arsenal Ditahan Imbang Brentford

- Jumat, 13 Februari 2026 | 06:50 WIB
Arteta Akui Tekanan Ekstrem Usai Arsenal Ditahan Imbang Brentford

MURIANETWORK.COM - Arsenal harus puas dengan satu poin usai ditahan imbang Brentford 1-1 dalam lanjutan Liga Inggris di Gtech Community Stadium, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat persaingan di puncak klasemen semakin ketat, dengan The Gunners yang belum sepenuhnya aman dari kejaran Manchester City. Mikel Arteta, sang manajer, secara terbuka mengakui tekanan ekstrem yang dihadapi anak asuhnya, terutama dari ancaman bola mati dan permainan langsung tuan rumah.

Kendali Tak Cukup Hadapi Tekanan Brentford

Meski sempat unggul lebih dulu dan mengendalikan alur permainan, Arsenal kesulitan mempertahankan keunggulan itu. Brentford merespons dengan pendekatan yang agresif dan fisik, terus-menerus mengirimkan bola ke area kotak penalti. Pola permainan langsung dan mengandalkan duel udara itu terbukti efektif mengacaukan pertahanan Arsenal.

Arteta mengakui bahwa satu gol keunggulan sama sekali tidak cukup untuk meredam ancaman dari tim asuhan Thomas Frank tersebut. Dia menilai, setiap kesalahan kecil atau situasi bola mati bisa langsung berubah menjadi momen berbahaya.

“Kami mencetak gol dan permainan berada dalam kendali penuh,” ucap Arteta. “Tetapi melawan mereka, itu tidak cukup karena mereka hanya butuh seseorang melakukan pelanggaran yang tidak perlu, bola ke sisi lapangan, mereka mendorong Anda, sapuan tidak bagus, bola sebelum lemparan ke dalam dan kemudian Anda harus berdoa karena mereka luar biasa dalam apa yang mereka lakukan,” jelasnya.

“Chaos yang terjadi di sekitar bola itu sangat, sangat sulit untuk dipertahankan. Kami sudah mengatakan, jika ingin menang di sini, Anda harus mempertahankan kotak penalti dengan hidup Anda dan Anda harus menyapu bola karena ada banyak orang di sana dan jika Anda tidak melakukannya, sangat sulit untuk memenangkan pertandingan,” tuturnya lagi.

Kelemahan di Titik Lemah dan Perlawanan Akhir

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar