Iran Klaim Hancurkan Pesawat Mata-Mata AS di Arab Saudi, Washington Belum Konfirmasi

- Senin, 30 Maret 2026 | 07:30 WIB
Iran Klaim Hancurkan Pesawat Mata-Mata AS di Arab Saudi, Washington Belum Konfirmasi

JAKARTA Klaim datang dari Teheran. Iran menyatakan telah melancarkan serangan balasan yang sukses terhadap sebuah pangkalan udara Amerika Serikat di Arab Saudi, tepatnya pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Menurut mereka, serangan menggunakan rudal dan drone itu berhasil mendatangkan kerusakan signifikan pada aset militer AS.

Targetnya adalah Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Lokasi ini diketahui menjadi markas bagi pesawat-pesawat intelijen dan komando AS yang canggih, termasuk pesawat E-3 AWACS. Iran dengan tegas mengklaim bahwa pesawat mata-mata tersebut hancur dalam serangan itu.

Informasi ini, seperti dilaporkan NDTV pada Senin (30/3), menyebutkan serangan melibatkan 29 drone dan enam rudal balistik. Sebuah gambar yang beredar dari Press TV Iran sepertinya ingin menguatkan klaim tersebut. Dalam foto itu, badan sebuah pesawat terlihat rusak parah. Hanya bagian hidung dan ekornya saja yang masih bisa dikenali.

Namun begitu, di sisi lain, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika. Komando Pusat AS atau CENTCOM hingga berita ini diturunkan masih menahan komentar. Keheningan mereka justru menimbulkan lebih banyak tanda tanya tentang seberapa parah dampak serangan yang sebenarnya.

Serangan ini sendiri tidak datang tiba-tiba. Ia dilihat sebagai bagian dari gelombang balasan Iran dalam konflik yang sedang memanas di kawasan. Aksi ini memperlihatkan sekali lagi bagaimana ketegangan bisa meluas dengan cepat, berpotensi melibatkan kekuatan-kekuatan besar di luar pihak yang awalnya berseteru.

Keadaan di lapangan masih berkembang. Banyak yang menunggu tanggapan resmi Washington, yang akan memberi gambaran lebih jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi di pangkalan udara di gurun itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar