Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana

- Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana
Analisis Laga Jerman vs Ghana

STUTTGART Julian Nagelsmann tampak lega, tapi tak sepenuhnya puas. Timnas Jerman baru saja meraih kemenangan kedua dalam rangkaian uji coba, mengalahkan Ghana 2-1. Namun, di balik hasil positif itu, sang pelatih punya peringatan keras untuk anak asuhnya.

“Kami bermain bagus, terutama di 25 menit pertama. Rasanya Ghana nyaris tak pernah menyentuh separuh lapangan kita,” ujar Nagelsmann saat berbincang dengan ARD.

Namun begitu, ia melihat pola yang mengkhawatirkan. Sama seperti saat menang 4-3 atas Swiss, permainan Jerman dinilainya mulai “bebas” dan kurang disiplin posisi setelah unggul. Menurutnya, itulah celah yang berbahaya.

“Karena semuanya berjalan mulus, kami jadi kurang sabar. Lalu pertahanan bentuk pun buyar. Main jadi serabutan, seperti lawan Swiss tadi,” kritiknya, seperti dikutip dari Goal.

Nagelsmann menekankan, tidak semua pemain di skuadnya cocok dengan gaya permainan yang terlalu cair dan saling bertukar posisi. Memang ada yang fleksibel, tapi tak sedikit yang justru lebih nyaman dan efektif jika tetap pada peran utamanya.

“Kalau permainan jadi terlalu bebas, kita jadi rentan diserang balik. Itu risiko yang harus kita minimalkan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengakui performa tim secara keseluruhan lebih rapi ketimbang saat melawan Swiss, meski gol yang tercipta lebih sedikit. Peluang sebenarnya banyak tercipta di babak pertama, sayang belum jadi gol.

Jerman akhirnya membuka keunggulan lewat eksekusi penalti Kai Havertz tepat sebelum turun minum. Ghana sempat menyamakan kedudukan di menit ke-70 melalui Issahaku Fatawu, sebelum Deniz Undav menjadi pahlawan dengan gol kemenangan di menit ke-88.

Pesan Nagelsmann jelas: kemenangan itu baik, tapi penyesuaian gaya bermain harus segera dilakukan. Peringatan itu ia sampaikan dengan nada serius, mengingat Piala Dunia sudah tak lama lagi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar