MURIANETWORK.COM - Arsenal harus puas dengan satu poin usai ditahan imbang Brentford 1-1 dalam lanjutan Liga Inggris di Gtech Community Stadium, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat persaingan di puncak klasemen semakin ketat, dengan The Gunners yang belum sepenuhnya aman dari kejaran Manchester City. Mikel Arteta, sang manajer, secara terbuka mengakui tekanan ekstrem yang dihadapi anak asuhnya, terutama dari ancaman bola mati dan permainan langsung tuan rumah.
Kendali Tak Cukup Hadapi Tekanan Brentford
Meski sempat unggul lebih dulu dan mengendalikan alur permainan, Arsenal kesulitan mempertahankan keunggulan itu. Brentford merespons dengan pendekatan yang agresif dan fisik, terus-menerus mengirimkan bola ke area kotak penalti. Pola permainan langsung dan mengandalkan duel udara itu terbukti efektif mengacaukan pertahanan Arsenal.
Arteta mengakui bahwa satu gol keunggulan sama sekali tidak cukup untuk meredam ancaman dari tim asuhan Thomas Frank tersebut. Dia menilai, setiap kesalahan kecil atau situasi bola mati bisa langsung berubah menjadi momen berbahaya.
“Kami mencetak gol dan permainan berada dalam kendali penuh,” ucap Arteta. “Tetapi melawan mereka, itu tidak cukup karena mereka hanya butuh seseorang melakukan pelanggaran yang tidak perlu, bola ke sisi lapangan, mereka mendorong Anda, sapuan tidak bagus, bola sebelum lemparan ke dalam dan kemudian Anda harus berdoa karena mereka luar biasa dalam apa yang mereka lakukan,” jelasnya.
“Chaos yang terjadi di sekitar bola itu sangat, sangat sulit untuk dipertahankan. Kami sudah mengatakan, jika ingin menang di sini, Anda harus mempertahankan kotak penalti dengan hidup Anda dan Anda harus menyapu bola karena ada banyak orang di sana dan jika Anda tidak melakukannya, sangat sulit untuk memenangkan pertandingan,” tuturnya lagi.
Kelemahan di Titik Lemah dan Perlawanan Akhir
Prediksi Arteta terbukti tepat. Arsenal akhirnya kebobolan justru dari situasi yang paling mereka waspadai: sebuah lemparan ke dalam jarak dekat. Michael Kayode melemparkan bola, yang kemudian diteruskan ke Lewis Keane-Potter untuk disundul ke sudut gawang. Gol penyama kedudukan itu menggambarkan dengan sempurna efektivitas skema set-piece Brentford.
Di tengah tekanan, lini belakang Arsenal masih menunjukkan perlawanan. Cristhian Mosquera melakukan tekel penting untuk menggagalkan peluang Thiago, sementara Declan Rice melakukan penyelamatan vital di masa injury time saat Brentford hampir saja meraih kemenangan. Upaya bertahan mati-matian itu, sayangnya, tidak diimbangi dengan kemampuan mempertahankan ritme permainan.
Menurut Arteta, konsistensi dan intensitas di setiap momen pertahanan adalah kunci mutlak ketika menghadapi tim seperti Brentford, yang mengandalkan volume serangan tinggi untuk menciptakan peluang.
“Itu harus terjadi di setiap aksi karena mereka bermain dengan volume,” ungkapnya. “Mereka tahu probabilitas yang ingin mereka ciptakan dan mereka hanya butuh volume untuk meningkatkan probabilitas tersebut dan mereka terus melakukan itu dan mereka sangat bagus dalam melakukannya.”
Imbas ke Papan Klasemen dan Tantangan ke Depan
Hasil imbang ini membuat Arsenal tetap bercokol di puncak klasemen dengan 57 poin. Namun, keunggulan mereka atas Manchester City di posisi kedua hanya tersisa empat poin. Situasi ini menjadi semakin pelik mengingat Arsenal masih harus menjalani laga berat tandang ke markas City, Etihad Stadium, pada bulan April mendatang. Pertemuan itu diprediksi akan menjadi penentu penting dalam perburuan gelar juara musim ini.
Dari kacamata analisis taktis, laga ini menjadi pengingat keras bahwa kepemimpinan klasemen harus dipertahankan dengan berbagai cara, termasuk melalui ketangguhan mental dan fisik menghadapi gaya permainan yang paling menguji. Poin yang diraih di markas Brentford, meski terasa kurang, tetap merupakan hasil yang diperjuangkan dengan susah payah di tengah atmosfer yang menekan.
Artikel Terkait
Posisi Terpuruk Tak Halangi Pisa Berambisi Kalahkan Milan di Cetilar Arena
Atletico Madrid Hajar Barcelona 4-0 di Leg Pertama Semifinal Copa del Rey
Debut Berat Dusan Lagator: Bek Termahal PSM Hadapi Ujian Alex Martin
Barcelona Dibantai Atletico Madrid 0-4 di Semifinal Copa del Rey