MURIANETWORK.COM - Sorotan jelang laga PSM Makassar kontra Dewa United di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (14 Februari 2026), tertuju pada Dusan Lagator. Bek tengah asal Montenegro itu diprediksi akan menjalani debut sekaligus ujian berat: menahan laju striker andalan lawan, Alex Martin, yang sedang dalam performa terbaik. Pertarungan di lini depan versus belakang ini menjadi momen pembuktian bagi pemain termahal PSM berharga pasar Rp7,82 miliar tersebut.
Ujian Berat Menghadapi Mesin Gol
Dusan Lagator langsung dihadapkan pada tugas yang tidak ringan. Di seberang lapangan, Alex Martin telah menjadi ancaman nyata bagi setiap pertahanan di Super League. Striker asal Brasil itu bukan hanya sekadar pencetak gol, tetapi juga pencipta peluang bagi rekan-rekannya.
Hingga pekan ke-20, statistiknya berbicara jelas: 8 gol dan 4 assist dari 19 penampilan. Angka-angka itu mengonfirmasi efisiensinya di depan gawang. Secara rata-rata, Alex Martin terlibat langsung dalam 63 persen gol dari total penampilannya, atau menyumbang 0,63 gol per pertandingan. Artinya, satu kesalahan kecil dari bek lawan bisa langsung dibayar tunai.
Peringatan dari Sisi Supporter
Kekhawatiran akan ketajaman Alex Martin juga dirasakan oleh pendukung setia. Alamsyah Herman, salah satu supporter PSM Makassar, mengingatkan agar timnya harus waspada penuh.
"Tentu PSM harus siap dengan hal ini. Semoga pertahanan PSM tidak banyak membuat kesalahan seperti sebelum-sebelumnya, yang akhirnya merugikan tim sendiri," ujarnya.
Lebih lanjut, Alamsyah menekankan pentingnya adaptasi cepat dari Lagator. Menurutnya, chemistry dengan rekan satu lini pertahanan menjadi kunci untuk menghindari miskomunikasi yang berakibat fatal.
"Sebagai pemain baru, pasti butuh adaptasi. Tetapi dalam pertandingan nanti Dusan Lagator harus bisa memastikan bahwa chemistry-nya dengan pemain lain sudah terbangun dengan baik. Supaya tidak miskomunikasi dan membuat kesalahan," terangnya.
Kembali ke Identitas Dasar
Di luar duel individu, pengamat sepak bola Syamsuddin Umar menilai kunci kemenangan PSM terletak pada konsistensi memainkan identitas asli tim. Mantan pelatih PSM itu menekankan karakter keras namun fair yang telah lama menjadi ciri khas Juku Eja.
"PSM ini kan tim yang dari dahulu dikenal dengan karakter keras, tapi tidak kasar. Artinya, punya semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah. Itu saja yang harus dipegang oleh semua pihak di dalam tim," jelasnya.
Dia berpendapat, jika semangat juang dan kerja keras itu bisa dipertahankan sepanjang laga, hasil maksimal akan lebih mungkin diraih. Harapannya, momentum positif tidak hanya berhenti di satu pertandingan.
"Mudah-mudahan PSM bisa terus dapat hasil yang baik. Tentunya tidak cukup hanya dengan melawan Dewa United saja, tetapi di semua pertandingan yang akan mereka jalani di sisa musim ini," harap Syamsuddin.
Profil: Dusan Lagator
Bek tengah yang akan menjadi tumpuan pertahanan PSM ini memiliki profil fisik yang ideal untuk posisinya. Berikut data lengkapnya:
Nama: Dusan Lagator
Tanggal Lahir/Usia: 29 Maret 1994 (31 tahun)
Tempat Lahir: Cetinje, Montenegro
Kewarganegaraan: Montenegro
Tinggi Badan: 190 cm
Posisi: Bek Tengah
Perjalanan Karier Klub
Perjalanan karier Lagator telah membawanya ke beberapa liga di Eropa dan Asia:
2013/2014: OFK Titograd
2015/2016: Cukaricki
2017/2018: Dinamo Sankt Petersburg
2017/2018: Kembali ke Cukaricki
2018/2019: FK Sochi
2020/2021: Wisla Plock
2022/2023: Debrecen
2024/2025: Kerala Blasters
Artikel Terkait
Atletico Madrid Hajar Barcelona 4-0 di Leg Pertama Semifinal Copa del Rey
Barcelona Dibantai Atletico Madrid 0-4 di Semifinal Copa del Rey
Arteta Akui Tekanan Ekstrem Usai Arsenal Ditahan Imbang Brentford
Nottingham Forest Pecat Sean Dyche, Tambah Daftar Panjang Pemecatan Pelatih di Premier League