JAKARTA – Hasil akhir memang tak berpihak. Tapi di tengah kekalahan tipis 0-1 Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series, ada satu nama yang bersinar: Calvin Verdonk. Pemain LOSC Lille itu mendapat pujian setinggi langit dari pelatih John Herdman usai laga di SUGBK, Senin malam lalu.
Menurut Herdman, penampilan Verdonk malam itu benar-benar lain. “Saya akan mulai dengan Calvin,” ujarnya dalam konferensi pers, suaranya terdengar penuh apresiasi. “Penampilannya luar biasa. Dia pemain yang lengkap.”
Herdman kemudian merinci, menyebutkan kecerdasan taktis, kecepatan, hingga stamina yang ditunjukkan Verdonk. “Dan dia bisa melihat peluang umpan,” tambahnya.
Yang menarik, peran kunci itu dijalankan Verdonk justru di lini tengah – sebuah posisi yang bukan merupakan peran utamanya. Herdman melihat hal ini sebagai bukti nyata kualitas dan pemahaman taktik pemain berusia 27 tahun tersebut. Adaptasinya di lapangan terlihat begitu natural.
“Calvin adalah bagian besar dari masa depan kami dalam hal kemampuan mengontrol tempo lini tengah,” tegas Herdman. Dia pun tak lupa memberi konteks, bahwa lawan yang dihadapi adalah tim Eropa yang biasa bermain di kompetisi besar.
Di sisi lain, pelatih asal Inggris itu merasa lini tengah Indonesia malam itu cukup terkendali. Kontrol permainan berjalan baik, dan Verdonk disebut sebagai salah satu penggeraknya, bersama nama-nama seperti Joey Pelupessy dan Nathan Tjoe-A-On.
“Saat dia masuk, benar-benar menunjukkan pemahamannya tentang sistem kami,” sambung Herdman.
Artikel Terkait
Italia Hadapi Bosnia di Zenica dalam Final Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana
Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series, Verdonk: Kami Tampil Lebih Baik