Bupati Lebak Sentil Status Mantan Napi Wakilnya di Acara Halalbihalal

- Selasa, 31 Maret 2026 | 10:25 WIB
Bupati Lebak Sentil Status Mantan Napi Wakilnya di Acara Halalbihalal

Suasana halalbihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin lalu, tiba-tiba memanas. Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang awalnya memberi arahan rutin pada ASN, tiba-tiba menyentil status rekam jejak wakilnya sendiri, Amir Hamzah. Menurut sejumlah saksi, Hasbi secara terbuka mengingatkan bahwa Amir adalah mantan narapidana kasus korupsi.

Kasus itu sendiri bermula dari Pilkada Lebak 2013. Kala itu, Amir yang pernah menjabat Wabup periode 2008-2013, maju lagi sebagai calon bupati berpasangan dengan Kasmin. Hasilnya? Mereka kalah dari Iti Octavia Jayabaya, kakak kandung Hasbi.

Tak terima, pasangan ini menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Nah, di sinilah masalah besar muncul. Dalam proses sengketa itu, Amir dan Kasmin terbukti menyuap mantan Ketua MK Akil Mochtar. Uang sebesar Rp 1 miliar itu mereka berikan dengan harapan bisa mempengaruhi putusan sengketa Pilkada Lebak. Upaya itu gagal total.

Pengadilan akhirnya memvonis Amir 3,5 tahun penjara plus denda Rp 150 juta pada Desember 2015. Rekan pasangannya, Kasmin, mendapat hukuman 3 tahun penjara.

Pertemuan dengan Kepala Dinas Jadi Pemicu

Sebelum menyentil masa lalu, Bupati Hasbi rupanya kesal dengan aktivitas Amir. Dalam sambutannya, ia menyinggung soal wewenang wakil bupati yang menurutnya kerap "bermain-main" dengan kepala dinas.

"Wakil bupati dalam Undang-Undang ASN Pasal 66 itu tugasnya jelas," tegas Hasbi.

Ia lantas mengutip pasal tersebut, yang menyatakan tugas wabup hanya berlaku jika didelegasikan atau bupati berhalangan. "Tidak boleh bermain-main dengan kepala dinas ke rumahnya," tambahnya.

Lalu, tanpa ba-bi-bu, pembicaraan berbelok ke masa kelam Amir. Hasbi secara gamblang menyebut Amir sebagai mantan napi dalam kasus suap ke Akil Mochtar.

Kalimat pedasnya pun meluncur. "Uyuhan mantan napi jadi wakil bupati, bersyukur," ucap Hasbi, terdengar sarkastik di depan seluruh tamu dan ASN.

Reaksi Amir langsung meledak. Ia langsung berdiri dari kursinya dan bergegas mendekati sang bupati. Suasana pun chaos seketika.

Beberapa ASN yang sigap segera menahan Amir, mencegah kontak fisik antara kedua petinggi daerah itu. Setelah situasi mereda sejenak, Amir memilih angkat kaki dan meninggalkan acara dengan wajah masih merah.

Kejadian itu meninggalkan kesan mendalam. Halalbihalal yang seharusnya penuh maaf, justru berakhir dengan ketegangan terbuka yang membeberkan luka lama dan perseteruan kekinian di tubuh pemerintahan Lebak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar