BMKG Ungkap 2 Penyebab Hujan Deras di Indonesia, La Nina hingga Suhu Laut

- Sabtu, 01 November 2025 | 20:18 WIB
BMKG Ungkap 2 Penyebab Hujan Deras di Indonesia, La Nina hingga Suhu Laut

BMKG Ungkap Penyebab Meningkatnya Hujan Deras di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait peningkatan intensitas hujan lebat yang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyebutkan ada dua faktor utama penyebab cuaca ekstrem ini.

1. Suhu Muka Laut yang Menghangat

Faktor pertama adalah menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia. Saat ini, suhu permukaan laut tercatat lebih hangat dari kondisi normal, dengan anomali berkisar antara 0,5 hingga 3 derajat Celsius. Suhu laut yang hangat ini meningkatkan proses penguapan, yang kemudian memperkaya pasokan uap air di atmosfer. Kondisi inilah yang akhirnya memperkuat pembentukan awan-awan hujan.

2. Fenomena La Nina Lemah

Faktor kedua adalah adanya fenomena La Niña dalam kategori lemah, yang terpantau sejak November 2025 dan diprediksi berlangsung hingga Februari atau Maret 2026. Fenomena ini ditandai dengan indeks La Niña sebesar -0,61, sedikit melewati batas kategori lemah yaitu -0,5.

Namun, BMKG menekankan bahwa peningkatan curah hujan saat ini tidak hanya disebabkan oleh La Niña. Peran suhu muka laut yang lebih hangat disebut sebagai pengaruh yang lebih signifikan terhadap cuaca ekstrem ini.

Faktor Pendukung Lainnya

Selain dua faktor utama tersebut, dinamika atmosfer juga turut berperan. Beberapa fenomena yang aktif memperkuat pembentukan awan hujan, khususnya di Indonesia bagian tengah dan timur, antara lain:

  • Madden Julian Oscillation (MJO)
  • Gelombang Rossby
  • Gelombang Kelvin

Kondisi lokal seperti belokan dan pertemuan angin juga meningkatkan potensi hujan lebat.

Peringatan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di pesisir selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, untuk tetap waspada. Aktivitas siklon tropis di wilayah tersebut berpotensi membawa dampak berupa hujan deras, angin kencang, dan gelombang badai.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar