Target 850 Ribu Unit Mobil di 2025: Bisakah Gaikindo Kejar dalam 3 Bulan?

- Jumat, 24 Oktober 2025 | 11:35 WIB
Target 850 Ribu Unit Mobil di 2025: Bisakah Gaikindo Kejar dalam 3 Bulan?

Gaikindo Pertahankan Target Penjualan Mobil 850 Ribu Unit di 2025

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) secara resmi menyatakan komitmen untuk mempertahankan target penjualan mobil baru sebanyak 850 ribu unit pada tahun 2025. Keputusan ini diambil meskipun industri otomotif Indonesia mengalami perlambatan di tahun berjalan.

Strategi Gaikindo Menghadapi Tantangan Pasar

Ketua Harian Gaikindo, Anton Kemal Tasli, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan penjualan hingga November 2025. Optimisme ini didasari oleh pertumbuhan tipis yang terlihat dalam penjualan wholesale mobil dalam beberapa bulan terakhir.

"Target kita belum berubah, kita ingin melihat perkembangan hingga bulan November ini. Perubahan target di tengah jalan tidak memiliki arti signifikan. Kami berharap setelah November situasi akan lebih jelas," jelas Anton di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Peran GJAW 2025 dalam Mendongkrak Penjualan

Gaikindo berencana menggelar pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 pada akhir November mendatang. Acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong penjualan mobil di akhir tahun dan membantu mencapai target yang telah ditetapkan.

"Kami berharap GJAW dapat memberikan kontribusi positif. Target 850 ribu unit ini merupakan perkiraan yang akan kami kejar hingga batas kemampuan," tegas Anton.

Data Penjualan Mobil Januari-September 2025

Berdasarkan data resmi Gaikindo, penjualan mobil secara wholesale periode Januari-September 2025 mencapai 561.819 unit. Angka ini mengalami penurunan 11,3 persen dibandingkan periode sama tahun 2024 yang sebesar 633.660 unit.

Dengan realisasi tersebut, industri otomotif Indonesia membutuhkan tambahan penjualan sekitar 250 ribu unit dalam tiga bulan terakhir tahun 2025 untuk dapat mencapai target 850 ribu unit.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar