Trump Ancang-Ancang Perluas Operasi Militer di Selat Hormuz Jika Negosiasi dengan Iran Gagal

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:00 WIB
Trump Ancang-Ancang Perluas Operasi Militer di Selat Hormuz Jika Negosiasi dengan Iran Gagal

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras bahwa negaranya siap meningkatkan operasi militer di Selat Hormuz apabila negosiasi dengan Iran gagal mencapai kesepakatan. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (8/5/2026) di tengah ketegangan yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.

"Kita akan menempuh jalur berbeda jika semuanya tidak disepakati dan diselesaikan," ujar Trump kepada awak media. Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan kembali mengaktifkan operasi militer bertajuk Project Freedom, Trump menegaskan bahwa langkah tersebut belum menjadi pilihan utama, namun tetap memungkinkan untuk dilakukan. "Saya rasa tidak," katanya, sembari menekankan bahwa opsi itu masih terbuka lebar.

Trump mengungkapkan bahwa Pakistan, yang bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, telah meminta Washington untuk tidak melanjutkan operasi militer di kawasan tersebut. Meski demikian, ia menyebut bahwa Project Freedom bisa kembali dijalankan apabila situasi memburuk. "Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika semuanya tidak berjalan baik," kata Trump. Ia bahkan menyinggung kemungkinan perluasan operasi menjadi Project Freedom Plus, meskipun tidak merinci detail tambahan mengenai operasi yang dimaksud.

Situasi di Timur Tengah memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk. Ketegangan tersebut berdampak langsung pada penutupan Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi global yang sangat vital bagi perekonomian dunia.

Pada 8 April, gencatan senjata mulai diberlakukan melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu. Sejak 13 April, Angkatan Laut Amerika Serikat diketahui melakukan blokade terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz. Sebelumnya, Trump sempat mengumumkan penghentian sementara Project Freedom yang bertujuan menjaga kebebasan navigasi kapal komersial di kawasan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa blokade Amerika Serikat terhadap Iran masih tetap berlangsung hingga kini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar