Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri membongkar praktik judi online jaringan internasional yang beroperasi di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026). Penggerebekan ini mengungkap aktivitas ilegal yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menyatakan bahwa operasi tersebut melibatkan 321 warga negara asing. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku telah menyewa dua lantai ruang perkantoran di gedung itu untuk jangka waktu satu tahun.
"Dari hasil pemeriksaan, kurang lebih dua bulan (beroperasi), dua bulan, baru dua bulan," ujar Wira saat memberikan keterangan kepada awak media.
Meskipun demikian, penyidik masih perlu memastikan kembali informasi terkait masa sewa tersebut. Polisi berencana memeriksa pengelola gedung guna menelusuri jenis izin yang diajukan saat pertama kali ruang perkantoran itu disewa.
"Untuk gedung ini disewa selama tahun sementara. Tapi ini akan kami pastikan kembali karena si penyewa juga masih akan kami cek nanti identitasnya di manajemen daripada Hayam Wuruk Tower ini," lanjut Wira.
Lebih lanjut, Brigjen Wira mengungkapkan bahwa seluruh warga negara asing yang direkrut untuk menjalankan operasi judi online telah mengetahui secara sadar jenis pekerjaan yang akan mereka lakukan di Indonesia. Para pelaku bahkan tinggal di sekitar kawasan gedung tempat mereka bekerja.
"Sebagian besar mereka memang sudah tahu kalau ke sini tujuannya untuk bekerja di judi online," kata dia.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap 321 warga negara asing yang berasal dari Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Dari jumlah itu, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Artikel Terkait
Prabowo Temukan Puskesmas di Pulau Miangas Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto
Pemerintah Targetkan Resmikan 1.386 Kampung Nelayan hingga Akhir 2026
Cadangan Bahan Bakar ASEAN Masih Tahap Awal, PM Singapura Sebut Perlu Kajian Lebih Lanjut
Polri Lacak Sponsor dan Aliran Dana di Balik Penggerebekan Judi Online Hayam Wuruk Plaza yang Libatkan 321 WNA