Pemerintah terus mengakselerasi pemulihan lahan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga awal Mei 2026, proses rehabilitasi telah menjangkau ribuan hektare area pertanian yang terdampak, sebagai bagian dari upaya memulihkan kembali produktivitas pangan dan ekonomi masyarakat setempat.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, mengungkapkan bahwa total target pemulihan sawah di ketiga provinsi mencapai 42.702 hektare. Anggaran yang disiapkan untuk mendukung program ini mencapai Rp337,97 miliar. Dari angka tersebut, sebanyak 16.670 hektare lahan telah memasuki tahap konstruksi pemulihan, dan 4.098 hektare di antaranya telah dinyatakan selesai direhabilitasi.
“Tidak hanya itu, sebanyak 2.212 hektare lahan telah kembali diolah dan 2.110 hektare sudah mulai ditanami kembali oleh petani,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
Progres paling signifikan, menurut Amran, terlihat di Provinsi Sumatera Barat. Dari target pemulihan seluas 3.902 hektare, sebanyak 3.809 hektare atau 98 persen telah masuk tahap konstruksi. Bahkan, 2.583 hektare di antaranya sudah selesai direhabilitasi dan lebih dari 2.100 hektare sawah telah kembali ditanami.
Sementara itu, di Sumatera Utara, rehabilitasi sawah seluas 5.201 hektare telah memasuki tahap konstruksi. Di Aceh, proses pemulihan terus dipercepat mengingat luas lahan terdampak menjadi yang terbesar dibanding dua provinsi lainnya, mencapai 31.464 hektare. Sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya kini mulai menunjukkan progres rehabilitasi, termasuk pengerjaan saluran irigasi, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan.
Amran menegaskan bahwa pemulihan sawah menjadi salah satu prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah terdampak. Menurutnya, percepatan rehabilitasi tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi lahan agar kembali produktif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, terutama bagi ribuan keluarga petani yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
“Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak,” tutup Amran.
Artikel Terkait
Petugas SPBU Cileungsi Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Tangkap Pelaku Usai Viral
IPB University Bantah Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis, Fokus pada Riset dan Standarisasi Gizi Nasional
Arema FC Hancurkan PSM Makassar 3-0 di Kandang, Bangkit dari Keterpurukan
SMA Negeri 2 Bitung Juara LKBB Tingkat Sulut, Siap Wakili Provinsi ke Final Nasional