SMA Negeri 2 Bitung Juara LKBB Tingkat Sulut, Siap Wakili Provinsi ke Final Nasional

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:55 WIB
SMA Negeri 2 Bitung Juara LKBB Tingkat Sulut, Siap Wakili Provinsi ke Final Nasional

Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bitung berhasil menyabet gelar juara pertama dalam Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026. Kompetisi bergengsi yang digelar di Lapangan Korem 131/Santiago, Kota Manado, itu sekaligus memastikan sekolah asal Kota Bitung tersebut menjadi wakil provinsi untuk berlaga di babak final nasional yang akan digelar di Jakarta pada Agustus mendatang.

Ajang yang dirancang untuk memperkuat nasionalisme generasi muda ini berlangsung sengit. Sebanyak sepuluh sekolah menengah terbaik yang lolos ke babak final tingkat provinsi saling unjuk kemampuan dalam baris-berbaris dan pengibaran bendera merah putih. Sepuluh sekolah tersebut meliputi SMA Negeri 1 Manado, SMA Negeri 2 Bitung, SMA 1 Bitung, SMA Negeri 1 Bintauna, SMA Negeri 1 Kawangkoan, SMA Negeri 9 Manado, SMA Negeri 7 Manado, SMA Negeri 8 Manado, SMA Kristen 2 Binsus Tomohon, dan SMA Katolik Rex Mundi Manado.

Pada sesi akhir perlombaan, SMA Negeri 2 Bitung berhasil mengumpulkan total poin 8.970 dan keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih SMA Negeri 9 Manado dengan raihan 8.920 poin, sementara posisi ketiga ditempati SMA Negeri 1 Kawangkoan. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bitung, Maxy Awondatu, mengaku bangga atas perjuangan para siswanya yang mampu meraih prestasi tertinggi.

“Sebagai kepala sekolah, saya sangat bangga dengan mereka. Sejak awal, sejak seleksi 10 besar, mereka sangat antusias berlatih dan berupaya meraih yang terbaik,” ujar Maxy dalam siaran pers MPR RI, Sabtu (9/5/2026).

Ia menambahkan, para siswa menjalani latihan secara intens dan penuh disiplin demi memberikan hasil terbaik bagi sekolah. Bahkan, para peserta rela datang dari Bitung ke Manado untuk melakukan uji lapangan sebelum perlombaan berlangsung. Menurut Maxy, persaingan di tingkat nasional nanti dipastikan lebih berat, sehingga timnya akan melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh. “Kami akan catat hal-hal yang kurang tadi dan akan menjadi pembelajaran bagi kami untuk menghadapi final nasional nanti,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta tim, Nadilla L.E. Sompie, mengaku dirinya dan seluruh anggota tim sempat tidak percaya ketika nama sekolah mereka diumumkan sebagai juara pertama. “Saya bahkan kami semua kaget. Sebab, semua tim lawan kami bagus-bagus juga. Kami senang dan bangga bisa mewakili nama sekolah bahkan nama provinsi ke ajang final nasional nanti,” ujar Nadilla. Ia menambahkan, timnya akan meningkatkan intensitas latihan sebagai persiapan menghadapi final nasional di Jakarta.

Di balik euforia kemenangan, tersimpan kisah haru yang menyentuh para peserta dan penonton. Komandan regu tim, Jesen Rorong, ternyata menerima kabar duka saat perlombaan sedang berlangsung. Ayahnya meninggal dunia karena sakit tepat pada pagi hari ketika kompetisi dimulai. Meski diliputi kesedihan, Jesen tetap bertahan memimpin timnya hingga menyelesaikan perlombaan dan akhirnya berhasil membawa sekolahnya menjadi juara pertama tingkat provinsi. Kisah tersebut membuat banyak pihak yang hadir merasa terenyuh dan ikut merasakan kesedihan sang komandan regu di tengah kebahagiaan kemenangan.

Kejuaraan LKBB dan Pengibaran Bendera Tingkat Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026 terasa istimewa karena dihadiri langsung Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang sekaligus memimpin upacara pembukaan kegiatan. Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota MPR Fraksi Gerindra Martin D. Tumbelaka, Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI Heri Herawan dan jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI, Kapolda Sulawesi Utara Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, Kasiter Kasrem 131 Santiago Kolonel Inf Lucky Sonny Maramis, Kepala Dinas Pendidikan Sulut Femmy Suluh, Tim Ahli Gubernur Bidang Kepemudaan Faris Suharyo, para pejabat Pemprov Sulut, serta para guru pendamping.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar