Suasana Monas pada Sabtu malam (28/3) terasa berbeda. Bukan cuma ramai, tapi riuh rendah oleh tawa dan obrolan hangat keluarga. Ini adalah Bazar Rakyat yang digelar atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Beliau ingin momentum kegembiraan Idulfitri 1447 Hijriah tetap terasa, bahkan setelah hari raya berlalu. Caranya? Dengan menghadirkan kembali nuansa Lebaran ke ruang publik yang bisa diakses siapa saja.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, acara ini dirancang secara terpadu. Berbagai kementerian dilibatkan, terutama Kementerian UMKM, untuk menciptakan sebuah perhelatan yang meriah.
“Bapak Presiden menginstruksikan kami untuk melaksanakan bazar. Kemudian pasar murah, kemudian ada hiburan rakyat, kemudian ada permainan anak-anak,” jelas Teddy.
Ide ini muncul bukan tanpa alasan. Rupanya, antusiasme masyarakat saat perayaan Lebaran di Istana sebelumnya begitu tinggi. Pemerintah pun kemudian berpikir, kenapa tidak memperluas akses kebahagiaan itu? Jadilah acara serupa digelar di lapangan Monas yang luas.
“Bapak Presiden ingin nuansa kegembiraan Lebaran ini masih terasa. Jadi kalau rekan-rekan lihat di belakang ada Istana untuk rakyat, diharapkan semuanya masyarakat bisa merayakan lebaran,” ungkap Seskab lagi. Niatnya sederhana: memastikan kegembiraan itu merata.
Artikel Terkait
Hendropriyono Kenang Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Sipil dengan Jiwa Militan
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini, Sinyal Damai Muncul di Tengah Konflik
Bapanas Pantau Pasar Makassar, Harga Pangan Pokok Kembali Stabil
ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Penyeberangan ke Siwa-Kolaka Sampai 10 April 2026