Suasana Monas pada Sabtu malam (28/3) terasa berbeda. Bukan cuma ramai, tapi riuh rendah oleh tawa dan obrolan hangat keluarga. Ini adalah Bazar Rakyat yang digelar atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Beliau ingin momentum kegembiraan Idulfitri 1447 Hijriah tetap terasa, bahkan setelah hari raya berlalu. Caranya? Dengan menghadirkan kembali nuansa Lebaran ke ruang publik yang bisa diakses siapa saja.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, acara ini dirancang secara terpadu. Berbagai kementerian dilibatkan, terutama Kementerian UMKM, untuk menciptakan sebuah perhelatan yang meriah.
“Bapak Presiden menginstruksikan kami untuk melaksanakan bazar. Kemudian pasar murah, kemudian ada hiburan rakyat, kemudian ada permainan anak-anak,” jelas Teddy.
Ide ini muncul bukan tanpa alasan. Rupanya, antusiasme masyarakat saat perayaan Lebaran di Istana sebelumnya begitu tinggi. Pemerintah pun kemudian berpikir, kenapa tidak memperluas akses kebahagiaan itu? Jadilah acara serupa digelar di lapangan Monas yang luas.
“Bapak Presiden ingin nuansa kegembiraan Lebaran ini masih terasa. Jadi kalau rekan-rekan lihat di belakang ada Istana untuk rakyat, diharapkan semuanya masyarakat bisa merayakan lebaran,” ungkap Seskab lagi. Niatnya sederhana: memastikan kegembiraan itu merata.
Antusiasme warga Jakarta dan sekitarnya ternyata luar biasa. Sejak sore, lokasi sudah dipadati pengunjung. Pemerintah menyediakan 100 ribu kupon belanja yang bisa ditukar dengan berbagai kebutuhan atau produk UMKM. Tapi, jumlah pengunjungnya jauh melampaui perkiraan.
"Tadi laporan dari Pak Kapolda, lebih dari 100 ribu orang dari jam 4. Makin lama makin ramai, mungkin 200 ribu," tutur Teddy. Ia menambahkan, persediaan makanan yang disiapkan untuk 300 ribu orang pun hampir habis. Itu menggambarkan betapa semaraknya acara tersebut.
Melihat respons positif ini, pemerintah membuka peluang untuk menjadikan bazar serupa sebagai agenda rutin. Komitmennya jelas: terus menghadirkan kebahagiaan untuk rakyat.
“Ini pertama kali. Tentunya Bapak Presiden ingin yang terbaik, ya pasti akan rutin gitu ya,” pungkas Seskab Teddy.
Dari keriangan di Monas malam itu, pesannya sampai. Lebaran bukan cuma soal satu atau dua hari perayaan. Esensinya adalah energi kebersamaan. Dan energi itu bisa terus hidup, asal ada kemauan untuk menciptakan ruang di mana rakyat dan negara bisa bertemu, bercengkerama, dan berbagi senyum.
Artikel Terkait
Manchester City Kalahkan Chelsea 1-0 di Final Piala FA, Gol Semenyo Jadi Penentu
Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan di Seluruh Indonesia untuk Serap Hasil Panen
Polri Target Bangun 1.500 Unit Dapur Gizi pada 2026 untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo: Pangan Fondasi Negara, Swasembada Indonesia Tembus Target Lebih Cepat di Tengah Krisis Global