Serangan udara besar-besaran kembali dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon selatan, meskipun perpanjangan gencatan senjata antara kedua pihak telah resmi diberlakukan. Militer Israel mengklaim bahwa rangkaian serangan itu menyasar kelompok Hizbullah, yang selama ini menjadi lawan utamanya di kawasan perbatasan.
Menurut laporan yang diterbitkan pada Minggu (17/5/2026), serangan tersebut diawali dengan peringatan evakuasi yang mencakup sembilan desa di Lebanon selatan. Pemboman yang terus berlanjut ini semakin memperkuat skeptisisme di kalangan ribuan warga Lebanon selatan yang sebelumnya telah terusir dari rumah mereka akibat konflik berkepanjangan.
Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan bahwa pada Sabtu kemarin, sedikitnya dua lusin desa menjadi sasaran serangan. Salah satu desa yang terkena serangan berada pada jarak lebih dari 50 kilometer dari perbatasan Israel-Lebanon, menandakan perluasan jangkauan operasi militer Israel.
NNA juga mencatat adanya gelombang eksodus baru penduduk yang meninggalkan wilayah selatan menuju kota Sidon dan ibu kota Beirut. Kondisi ini menggambarkan situasi kemanusiaan yang kembali memburuk di tengah ketidakpastian kelanjutan gencatan senjata.
Pada Jumat sebelumnya, kedua negara sepakat memperpanjang masa gencatan senjata selama 45 hari, yang mulai berlaku sejak 17 April. Namun, kesepakatan tersebut telah diwarnai oleh berbagai pelanggaran di lapangan sejak awal pemberlakuannya.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menyambut baik perpanjangan gencatan senjata tersebut. Ia mendesak seluruh pihak untuk menghormati penghentian permusuhan secara penuh dan konsisten.
Di sisi lain, meskipun gencatan senjata telah berlaku, Israel tetap melanjutkan serangan di Lebanon dan pasukannya masih menduduki sejumlah wilayah di dekat perbatasan. Sementara itu, Hizbullah secara rutin mengklaim telah melancarkan serangan balasan ke wilayah utara Israel dan terhadap pasukan Israel yang berada di Lebanon selatan, termasuk beberapa serangan yang dilaporkan terjadi pada Sabtu kemarin.
Artikel Terkait
Tiga Siswi di Kubu Raya Aniaya Teman dengan Jerat Tali Rafia Usai Ditolak Tukar Kursi
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Barat Laut Sabang, BMKG: Tak Berpotensi Rusak
Iran Siapkan Sistem Lintas Berbayar di Selat Hormuz, Hanya untuk Kapal yang Kooperatif
PSM Makassar Incar Kebangkitan Saat Hadapi Persib di Laga Kandang Terakhir