Dedy Ong Soroti Bisnis B2G: Stabilitas Terjamin, Tapi Dinamikanya Unik

- Kamis, 22 Januari 2026 | 08:00 WIB
Dedy Ong Soroti Bisnis B2G: Stabilitas Terjamin, Tapi Dinamikanya Unik

Kalau bicara soal pengusaha yang aktif di media sosial, nama Dedy Ong atau yang akrab disapa Koh Dedy pasti nggak asing. Dia ini kreator konten sekaligus pengusaha yang kerap bagi-bagi insight seputar bisnis dan teknologi. Gaya bahasanya lugas, to the point, dan banyak yang nungguin pandangannya.

Nah, belum lama ini Dedy Ong lewat akun Twitter-nya @MrOngDedy angkat bicara soal satu model bisnis. Menurut dia, MBG itu opsi yang bagus. Serius.

Alasannya? Pertama, ini kan bisnis B2G alias Business-to-Government. Intinya, perusahaan swasta nawarin produk atau jasanya langsung ke instansi pemerintah. Dan seperti yang kita tahu, kalau sudah urusan program presiden, anggarannya jelas ada dan jumlahnya nggak main-main.

“MBG sebagai bisnis itu bagus,” begitu katanya.

Dia lalu jabarin poin-poin plusnya. Pasar sudah jelas, jadi nggak perlu repot-repot menciptakan permintaan dari nol. Distribusi? Udah terjamin. Lalu, bisnis model kayak gini juga hampir nggak ada masa liburnya, terus jalan aja. Masalah di produk? Biasanya nggak sampai diboikot. Bahkan, soal tenaga kerja, biayanya sering ditanggung pemerintah lewat skema P3K.

Tapi ya, nggak semuanya mulus. Dedy Ong juga singgung beberapa kekurangan. Pelanggan di sini dalam hal ini pemerintah sulit cari alternatif lain. Dan uniknya, kalau ada yang komplain, justru yang komplain itu yang biasanya jadi repot sendiri. Iya, bener.

Jadi gitu pandangannya. Dari sisi pengusaha, model B2G memang menawarkan stabilitas yang jarang ditemuin di bisnis konvensional. Tapi ya, tetap ada dinamikanya sendiri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar