Di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Kamis lalu, suasana tampak serius. Megawati Soekarnoputri membuka agenda penguatan organisasi. Acara yang diikuti para ketua, sekretaris, dan bendahara daerah baik yang hadir langsung maupun daring ini menjadi momen bagi Ketua Umum untuk memberikan arahannya.
Megawati langsung menekankan hal mendasar. Menurutnya, kader harus paham betul pemikiran kritis-dialektis Bung Karno. Langkah ini, baginya, bukan cuma soal visi masa depan. Tapi juga cara agar kader tetap membumi, tidak melayang jauh dari realitas yang dihadapi rakyat sehari-hari.
Namun begitu, nada tegas tak terelakkan.
"Saya akan memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja maksimal di lapangan. Dilarang korupsi. Turun ke bawah, rasakan denyut kehidupan rakyat,"
Begitu perintah Megawati di hadapan para kadernya.
Dia juga menyoroti situasi global. Sebagai Presiden kelima RI, dia memperingatkan dampak ketegangan Iran-Israel di Selat Hormuz terhadap perekonomian dalam negeri. Karena itu, dia memerintahkan kader yang jadi kepala daerah atau pimpinan dewan untuk segera ambil kebijakan penghematan anggaran.
"Kedepankan sense of priority and urgency. Pastikan kebutuhan pangan rakyat. Buat mobilisasi kerja padat karya,"
tambah putri proklamator itu.
Soal kenaikan harga sembako, Megawati bilang kader tak boleh diam saja. Dia minta mereka kreatif, misalnya dengan menggalakkan program ketahanan pangan keluarga atau sosialisasi buku masakan murah bergizi.
Di sisi lain, dia mengingatkan posisi partainya yang kini jadi penyeimbang, bukan bagian dari pemerintah. Peringatannya serius: jangan main-main dan jangan sekali-kali melanggar hukum.
Rapat internal partai pun tak luput dari perhatian. Megawati mewajibkan pengurus daerah rapat rutin tiap Selasa, dengan absensi ketat. Kantor sekretariat, katanya, harus selalu siap melayani warga yang mau gabung atau buat Kartu Tanda Anggota.
"Bikin, dong, kebiasaan rapat. Yang satu cari masalahnya apa, yang kedua cari solusinya. Jadi ini terus berjalan,"
ujarnya.
Soal tata kelola, Megawati membedah peran ketua, sekretaris, dan bendahara secara spesifik. Ketua harus bisa mengguyubkan semua anggota. Sekretaris bertanggung jawab penuh pada operasional. Sementara untuk bendahara, pesannya keras: uang pribadi dan organisasi jangan sampai dicampur.
"Kalau Bendahara, uang jangan dikekep sendiri. Kita punya tabungan-tabungan dana abadi, lo,"
ungkap Megawati, sambil mencontohkan dirinya sendiri yang tak pernah menyentuh uang partai.
Acara itu sendiri dihadiri sejumlah elite partai. Sekjen Hasto Kristiyanto hadir, begitu pula nama-nama seperti Djarot Saiful Hidayat, Ahmad Basarah, dan Yasonna Laoly. Dalam sambutannya, Hasto berharap pelatihan ini bisa membangkitkan energi perjuangan.
"Kontemplasikan setiap materi agar meresap jadi pedoman. Kepercayaan rakyat itu modal penting untuk pemenangan 2029,"
kata Hasto menutup acara.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Peredaran Tramadol Ilegal di Bogor dengan Modus Jualan Roti Keliling
Wamen Haji Lepas Petugas Kloter Pertama yang Bertugas Terlama ke Arab Saudi
Pakar: Gencatan Senjata AS-Iran Masih Bisa Diperpanjang dengan Syarat
Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Dilanjutkan Pagi Ini