Wall Street Waspadai Disrupsi AI dan Tunggu Laporan Ketenagakerjaan AS

- Senin, 02 Maret 2026 | 06:20 WIB
Wall Street Waspadai Disrupsi AI dan Tunggu Laporan Ketenagakerjaan AS

Wall Street memasuki awal pekan dengan mata yang tetap awas. Sentimen seputar kecerdasan buatan, yang berpotensi mengacak-acak banyak sektor bisnis, masih menggantung di udara. Tak hanya itu, laporan ketenagakerjaan AS bulanan juga bakal jadi sorotan utama para pelaku pasar.

Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran soal disrupsi AI benar-benar menyita perhatian. Sektor-sektor seperti perangkat lunak, manajemen kekayaan, dan jasa real estat sudah merasakan dampaknya harga sahamnya terpukul cukup dalam. Investor sepertinya masih bingung, mencoba memetakan mana perusahaan yang akan tergusur dan mana yang justru akan meraup untung besar dari gelombang teknologi baru ini.

Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar di Man Group, menyuarakan hal itu. "Masih ada tarik-ulur soal siapa yang akan menjadi korban dan siapa yang justru akan keluar sebagai pemenang karena mampu memanfaatkan AI, alih-alih tergantikan olehnya," katanya.

Laporan kinerja Nvidia yang fenomenal beberapa waktu lalu, anehnya, justru gagal menenangkan pasar. Malah sebaliknya. Saham raksasa chip itu anjlok lebih dari 5 persen Kamis lalu, dan imbasnya terasa ke sektor teknologi secara keseluruhan. Tampaknya, saham-saham software masih sangat rentan terhadap setiap kabar, baik atau buruk, yang berkaitan dengan AI.

Namun begitu, situasinya tidak sepenuhnya suram. Tekanan di sektor teknologi sedikit terimbangi oleh kenaikan di bidang lain. Sektor industri dan barang kebutuhan pokok konsumen, misalnya, menunjukkan performa yang cukup solid sepanjang tahun ini. Mereka inilah yang jadi penopang bagi indeks saham utama.

Indeks S&P 500 sendiri, hingga penutupan Jumat, masih mencatatkan kenaikan tipis 0,5 persen sepanjang 2026. Tapi jangan lupa, bulan Februari lalu baik S&P 500 maupun Nasdaq Composite mengalami penurunan bulanan terbesar dalam kurun setahun terakhir. Pasar memang sedang dalam mood yang berhati-hati.

Nah, pekan ini investor juga akan menyimak laporan kuartalan dari pemain besar lain, Broadcom. Laporannya bisa jadi penanda penting untuk membaca arah angin, khususnya di kancah semikonduktor yang jadi tulang punggung perkembangan AI. Semuanya masih terbuka, dan ketegangan di Wall Street terasa nyata.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar