BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

- Selasa, 03 Maret 2026 | 09:40 WIB
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

JAKARTA – Waspada, tiga bibit siklon tropis saat ini mengapit wilayah Indonesia. Laporan terbaru dari Tropical Cyclone Warning Center Jakarta, BMKG, menyebutkan ketiganya adalah Bibit Siklon Tropis 90S, 93S, dan 92P. Meski peluang berkembang jadi badai tropis penuh dinilai rendah, dampak tidak langsungnya terhadap cuaca di Tanah Air bisa cukup signifikan.

Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem. Mulai dari hujan lebat yang bisa mengguyur beberapa daerah, hingga gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Menurut keterangan resmi BMKG yang dirilis Selasa (3/3/2026), Bibit Siklon Tropis 90S pertama kali terpantau terbentuk pada 28 Februari 2026 malam. Posisinya kini ada di sekitar Samudera Hindia, tepatnya di selatan Banten hingga Jawa Barat.

"Bibit Siklon Tropis 90S mulai terbentuk pada tanggal 28 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, di dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta. Saat ini posisi berada di sekitar Samudera Hindia selatan Banten-Jawa Barat,"

Dalam 24 jam ke depan, sistem tekanan rendah ini diprediksi bergerak ke arah timur. Walau begitu, dampaknya sudah terasa di wilayah barat Indonesia dengan peningkatan aktivitas cuaca yang cukup mencolok.

Lalu, ada Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di barat laut Australia. Arah geraknya justru ke barat. Sementara itu, Bibit Siklon 92P berada di sekitar Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan. Sama seperti yang lain, potensinya untuk menguat jadi siklon tropis dalam sehari ke depan juga rendah.

Nah, berikut ini rincian dampak yang perlu diantisipasi dalam 24 jam mendatang, berdasarkan pantauan BMKG.

Bibit Siklon 90S diperkirakan membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah. Daerah yang perlu bersiap antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Di laut, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai dan di Selat Sunda. Sementara gelombang yang lebih tinggi, mencapai 2,5 hingga 4 meter, berpeluang menerjang Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, serta Samudera Hindia selatan Banten sampai Bali.

Bibit Siklon 92P lebih berdampak pada wilayah perairan timur. Gelombang setinggi 1,25 - 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Banda, perairan sekitar Kepulauan Leti hingga Sermata, perairan Kepulauan Babar - Tanimbar, serta perairan Kepulauan Kei - Aru.

Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur justru berpotensi mengalami gelombang lebih ganas, dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Tak hanya itu, angin kencang juga berpeluang menerpa pesisir selatan Papua Selatan.

Bibit Siklon 93S juga menyumbang ancaman gelombang tinggi. Laut Flores berpotensi mengalami gelombang 1,25 - 2,5 meter. Sementara itu, Laut Sawu dan Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu waspada terhadap gelombang yang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Intinya, meski namanya masih 'bibit', efeknya sudah nyata. Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terdampak dan para nelayan, diharapkan tetap memperbarui informasi dan meningkatkan kewaspadaan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar