Kasus gagal bayar yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) benar-benar bikin heboh. Perhatian publik, terutama dari kalangan investor, tertuju pada platform fintech P2P lending syariah itu. Gimana nggak? Dana masyarakat yang terhimpun di sana konon nyangkut hingga Rp1,2 triliun. Angka yang fantastis dan tentu saja memicu banyak tanya.
Di sisi lain, regulator pun tak tinggal diam. Agusman, selaku Kepala Eksekutif Pengawas di OJK, mengaku bahwa kasus ini menjadi perhatian serius. Bahkan, OJK sudah membawa persoalan ini ke meja DPR dan Istana.
“Dapat kami laporkan di 11 November 2025, kami juga sudah menjelaskan di Komisi XI masalah ini dan kami juga sudah melaporkan ke Istana juga karena kami dipanggil asisten khusus presiden mengenai hal ini juga,”
Ujar Agusman dalam sebuah rapat di Gedung DPR, Kamis lalu. Ia menambahkan, penjelasan mendalam juga telah diberikan kepada Komisi XI. Tujuannya jelas: menindaklanjuti keluhan para lender yang hingga detik ini masih menunggu kepastian soal dana mereka.
Artikel Terkait
Pertamina Kaderisasi 419 Insinyur Hadapi Gelombang Transisi Energi
Satgas PKH Panggil 32 Perusahaan Tambang, Dua Absen dengan Denda Triliunan
Derbi Legenda Madrid-Barca di Jakarta 2026: Tiket Mulai Laris Manis
BCA Tutup Cabang Fisik Jelang Isra Mikraj, Layanan Digital Tetap 24 Jam