Presiden Prabowo Subianto baru saja menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza. Dengan langkah itu, Indonesia secara resmi masuk ke dalam badan yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Tapi, langkah pemerintah ini langsung mendapat sorotan.
Wakil Ketua Komisi I DPR dari PKS, Sukamta, punya pandangan yang cukup berimbang. Di satu sisi, ia paham alasan moral di balik keputusan itu. Namun begitu, secara politik, ia mengingatkan kita semua untuk ekstra waspada.
"Kehadiran Indonesia penting," tegas Sukamta kepada para wartawan, Jumat lalu.
Menurutnya, dengan ikut serta, Indonesia bisa mencegah fase pascaperang Gaza nanti hanya dikuasai oleh kepentingan negara-negara besar saja. Indonesia punya mandat sejarah, katanya, untuk memastikan suara keadilan tetap terdengar dalam setiap proses perdamaian untuk Palestina.
Tapi, ada catatan besar. Sukamta mengingatkan bahwa inisiatif Dewan Perdamaian ini berjalan di luar mekanisme resmi PBB. Nah, ini yang berbahaya. Situasi seperti ini berpotensi menggerus prinsip multilateralisme yang selama ini dijaga. Bisa-bisa, persoalan Palestina yang kompleks direduksi cuma jadi proyek keamanan belaka.
Artikel Terkait
Genangan Air Belum Surut, 318 Warga Tangerang Mengungsi
Hutan yang Tersayat: Ketika Krisis Lingkungan Bermula dari Kekeringan Hati
Satgas Rebut Kembali 1.700 Hektare Lahan Tambang Ilegal di Hutan
Korban Tewas Terjebak Macet dan Banjir, Gubernur DKI Perintahkan Penyelidikan