Langit Times Square masih gelap ketika kerumunan mulai berkumpul, Sabtu dini hari (28/2/2026). Mereka merespons dengan cepat hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan mematikan ke Iran. Suasana tegang, dipadati warga New York yang menentang eskalasi militer ini.
Di tengah kerumunan, suara protes bergema. "Tidak ada perang untuk Iran!" teriak salah seorang demonstran, seperti terekam dalam video Aljazeera yang beredar keesokan harinya. Sorakan lain langsung menyambut, "AS dan Israel menyerang Iran. Malu!"
Walikota Zohran Mamdani tak kalah keras. Ia menyebut serangan Trump sebagai sebuah eskalasi bencana, bagian dari perang agresi yang ia nilai ilegal. Protes di jantung Manhattan itu jelas menyuarakan hal serupa: penolakan terhadap perang yang dikhawatirkan akan meluas.
Namun begitu, dampak di lapangan sudah terlihat nyata dan tragis. Jauh dari keramaian New York, serangan AS dan Israel ternyata menghancurkan lebih dari sekadar target militer. Sebuah Sekolah Dasar khusus putri di Minab, Iran selatan, ikut luluh lantak. Korban tewas, yang semula diperkirakan 24 orang, terus bertambah. Jumlah terakhir mencapai 40 nyawa melayang.
Artikel Terkait
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak