LAPORAN KHUSUS
Nama Agri Fanani mendadak ramai. YouTuber ini dilaporkan ke polisi oleh Partai Demokrat. Apa pasal? Dia dituding menuding Susilo Bambang Yudhoyono, presiden keenam RI, sebagai dalang di balik kasus ijazah Presiden Jokowi.
Laporan itu tak hanya menyasar Agri. Tiga akun media sosial lain ikut kena imbas: channel YouTube @Bang bOy dan @Kajian Online, plus akun TikTok @sudirowibudhiusmp. Inti masalahnya, ada cuplikan video dari kanal Agri yang memuat tulisan cukup provokatif: "anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang Sejarah RI."
Namun begitu, respons Agri justru di luar dugaan. Alih-alih gentar, dia malah mempertanyakan prosedurnya. Katanya, somasi yang katanya sudah dikirimkan Partai Demokrat itu tak pernah sampai ke tangannya.
"Sampai dengan hari ini somasi itu aku enggak terima," ujar Agri, seperti dikutip dari tayangan CNN Indonesia, Rabu lalu.
Dia mengaku sudah tahu bakal disomasi, bersama dua kreator lain: Zulfan Lindan dan pemilik akun Kajian Online. Agri bahkan mengaku sudah menunggu-nunggu. Tapi yang datang malah laporan polisi. Itu sih tak masalah baginya. Yang bikin heran, nama Zulfan Lindan tiba-tiba menghilang dari laporan, diganti dengan nama "Boy".
"I don't know. Mungkin waduh Yulfan Lindan rada berat ini kali e ngelawannya ganti boy aja lah. Enggak tahu, mungkin bisa dikonfirmasi ke beliau," kata Agri sambil menunjuk Ahmad Khoirul Umam dari Demokrat yang hadir di tempat itu.
Soal kontennya, Agri bersikukuh itu bukan fitnah. Menurutnya, semua yang dia buat bersumber dari fakta-fakta pemberitaan yang sudah beredar. Keyakinannya soal ini? "11 juta triliun persen," tegasnya.
Lalu, siapa sebenarnya Agri Fanani ini?
Dari kanal YouTube-nya, dia tercatat sebagai Ketua Umum Youtuber Nusantara – sebuah wadah yang katanya tumbuh organik, tanpa dikomandoi siapa-siapa. "Enggak diorganisir, enggak digerakkan, enggak disuruh," klaimnya.
Pria asal Solo yang kini tinggal di Tangerang ini mengaku vlogger. Aktivitasnya di Instagram cukup aktif, dan satu foto yang mencuri perhatian adalah saat dia bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, didampingi sejumlah anggota Youtuber Nusantara.
Agri menjelaskan, komunitasnya itu beranggotakan youtuber yang sudah eksis 5 sampai 10 tahun. Mereka, klaimnya, konsisten mendukung program pemerintah. Tujuannya mulia: melawan hoax yang dianggapnya telah membuat media sosial jadi tidak sehat.
"Nah, itulah kemudian e tugas kita, komitmen kita untuk melawan itu," katanya.
Dia membantah keras semua yang dilakukannya adalah pesanan. Semua sukarela, termasuk saat membela pemerintah dari serangan hoax terkait bencana di Aceh beberapa waktu lalu. Hanya saja, karena belakangan fokusnya banyak ke Jokowi, jadilah dia dituding berpihak.
"Nah, karena mungkin hari ini atau belakangan ini memang serangannya banyak ke Pak Jokowi, akhirnya banyak kita dituduh beraliansi dengan Pak Jokowi, ada hubungannya ke sana. Ya enggak apa-apa, enggak apa-apa," tegas Agri menutup pembicaraan.
Kasus ini masih bergulir. Sementara itu, di layar-layar gawai, perang narasi terus berlangsung.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India