Reli IHSG di awal pekan ini kemungkinan bakal berlanjut. Itu sinyal yang tercium dari bursa saham kita hari Senin kemarin. Angin segarnya datang dari jauh, tepatnya dari keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif dagang era Trump.
Pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026), IHSG ditutup menguat cukup signifikan, 1,5%, ke level 8.396,08. Pergerakan indeks sepanjang hari itu berada di kisaran 8.327 hingga 8.397. Kalau dilihat dari papan pencatatan, mayoritas saham hijau: 468 menguat, sementara yang melemah cuma 206 dan 142 lainnya stagnan. Kapitalisasi pasarnya sendiri bertengger di Rp15.175,49 triliun.
Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, keputusan MA AS itu jelas kabar baik. Dampaknya diharapkan positif, bukan cuma buat IHSG tapi juga pasar modal global secara keseluruhan.
"Hal ini tentu memberikan sentimen positif, baik secara jangka pendek maupun jangka panjang," jelas Nico.
Dia membeberkan, dalam jangka pendek, sentimen positif ini langsung terasa. Untuk jangka panjang, prospek pemulihan ekonomi jadi kelihatan lebih cerah dan pasti. Tapi ya, investor jangan buru-buru lengah. Perlu dicermati betul langkah apa yang akan diambil AS berikutnya menyusul pembatalan ini.
Nico melanjutkan, situasi seperti ini biasanya membuka peluang lebih lebar. Investor sering kali jadi lebih berani masuk ke aset-aset berisiko, termasuk saham tentunya. Karena itu, dia memprediksi pasar saham dan obligasi bisa dapat energi tambahan untuk menguat.
Artikel Terkait
Mengenal Biaya Tetap: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya untuk Perencanaan Keuangan Perusahaan
PMI asal Jembrana Ditangkap di Florida Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Bunuh Diri Martim Fernandes Bawa Nottingham Forest Imbangi Porto di Liga Europa
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi